Ia berharap, pembangunan melalui TMMD dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Terutama dalam upaya meningkatkan akses pertanian dan memperlancar aktivitas ekonomi warga.
“Semoga TMMD ini bisa membantu masyarakat Jepara dan memudahkan akses ekonomi warga setempat,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan TMMD merupakan bentuk kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sinergi ini dibentuk guna mempercepat pembangunan di wilayah perdesaan.
Seluruh kegiatan yang dikerjakan selama 30 hari tersebut merupakan hasil usulan masyarakat. Yakni melalui mekanisme bottom-up planning.
“Selama 30 hari ke depan, mulai hari ini 15 Juli hingga 13 Agustus 2026, Desa Kedungleper akan menjadi pusat gotong royong kita. Program ini lahir dari suara dan kebutuhan riil masyarakat melalui mekanisme bottom-up planning,” kata Witiarso saat membuka TMMD.
Ia menyampaikan, sasaran utama pembangunan fisik tahun ini berupa pengecoran jalan usaha tani. Akses ini dinilai sangat penting bagi aktivitas pertanian warga.
Menurutnya, keberadaan jalan usaha tani yang lebih baik akan memperlancar distribusi hasil panen. Sekaligus, mampu menekan biaya angkut para petani. (oka/gih/rds)










