KUDUS, Joglo Jateng – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Kudus mulai berkurang. Khusunya bagi sampah yang masih bisa diolah sudah habis di wilayahnya. Kebanyakan jenis sampah yang di TPA sampah residu.
Kepala UPT TPA Tanjungrejo, Eko Warsito mengatakan, seluruh Kabupaten Kudus TPA menerima 129 ton perhari. Jenis sampah-sampah yang mendominasi adalah sampah pasar dan sampah rumah tangga. Sebelumnya, masyarakat ketika membuang sampah masih dalam bentuk campuran, sehingga petugas pemilahan sampah terlalu lama. Dengan adanya sosialisasi terus menerus, masyarakat sudah mulai sadar akan hal itu.
“Masyarakat kudus mulai sadar terhadap pemilahan sampah. Mereka mampu mengelompokkan sampah seperti organik dan anorganik,” ucapnya.
Dia menambahkan, pengelolaan sampah disini sudah residu, yaitu sampah yang terdiri dari material yang tidak dibutuhkan lagi, baik untuk pengomposan maupun untuk didaur ulang. Sehingga kebanyakan warga yang mengolah sampah di wilayahnya masing-masing. Disini hanya tempat akhir yang sudah tidak di olah.
“Begitu juga kami bekerja sama dengan Djarum. Yang mana kompos sudah dikelolanya. Sementara sampah konsumtif yang masih bisa didaur ulang seperti botol plastik atau yang tidak terurai. Kami sudah ada pemilahan meskipun belum optimal,” ujarnya.

Dengan adanya kerja sama yang baik, membuat TPA cukup terbantu untuk mengurangi sampah di Kabupaten Kudus. khususnya di benteng TPA Tanjungrejo. Dengan luas tanah di TPA 5,6 hektar. Untuk perluasan tanah pihaknya hanya menerima, dan mengikuti aturan dari pemerintah kabupaten.
“Yang pasti kedepan kita lakukan pemanfaatan teknologi. Menjalin kerja sama dengan Semen Gresik, terkait bagaimana sampah diolah supaya menjadi bermanfaat untuk masyarakat,” tambahnya kepada Joglo Jateng.
Dirinya meyakinkan, bahwa sampah sudah mendunia, sulit, pelik dan melelahkan. Tetapi itulah amanah yang bisa harus dilaksanakan dan diterima. (cr3/fat)










