BANTUL, Joglo Jogja – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bantul resmi membuka pendaftaran calon kepala daerah bupati dan wakil bupati untuk Pilkada tahun 2024 mulai Senin (22/4) sampai Rabu (24/4). Golkar pun menargetkan bakal calon (Bacalon) yang mereka pilah menempati posisi bupati dalam Pilkada kali ini.
Ketua tim penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati partai Golkar Paidi menyampaikan, penjaringan bakal calon dari partai Golkar ini menjadi sangat penting dalam rangka menemukan orang-orang yang potensi dalam kontestasi Pilkada tahun ini. Pihaknya pun targetkan mendapat bacalon yang memiliki kriteria bisa memberikan manfaat untuk pembangunan di Bantul.
“Setelah proses pendaftaran ini, semua nama itu akan diserahkan ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar. Kemudian setelah itu akan diadakan survei untuk melihat elektabilitas bacalon,” ungkapnya.
Menurutnya, dikarenakan partai Golkar tidak bisa mencalonkan pasangan sendiri, hasil dari penjaringan bakal calon ini nanti akan ditawarkan ke koalisi. Dalam koalisi inilah yang kemudian akan menetapkan bacalon-bacalon mana saja yang layak di majukan sebagai calon tetap.
“Jadi nanti di dalam koalisi partai lain mungkin juga punya calon masing-masing. Kalau seandainya nanti bacalon kita bisa diterima koalisi, tentu ada kesepakatan-kesepakatan tertentu,” ujarnya.
Pihaknya pun berencana akan mengincar posisi sebagai calon bupati alih-alih hanya sebagai wakil bupati dalam Pilkada kali ini. Namun, pihaknya akan tetap menjalankan mekanisme sesuai dengan tata cara koalisi dan tentu hasil survei elektabilitas bacalon akan menjadi faktor penentu.
“Hasil survei di Golkar ini nanti kita tawarkan di koalisi. Mungkin jika ada calon lain di koalisi yang surveinya lebih tinggi dari calon kita mungkin ada pertimbangan-pertimbangan lain, hasil dil-dilan koalisi itu yang kita sepakati,” imbuhnya.
Paidi mengatakan, jika hasil keputusan koalisi Golkar hanya menduduki posisi wakil, pihaknya akan menerima dengan senang hati. “Kalau pun harus wakil tidak apa-apa, tetapi target kami tetap bupati. Jadi begitu, tidak kaku harus ini harus itu, tapi kita tetap mempertimbangkan pendapat koalisi,” pungkasnya. (nik/abd)










