Jepara  

Jelang Pilkada, Tiga Elite Partai Jepara Bersatu, Ini yang Dibahas

BERSATU: Sejumlah elite parpol dari PPP, PKB dan Gerindra halal bihalal di Rumah Makan (RM) Rengkot Buyut Jl. Ki Mangunsarkoro, Jepara, belum lama ini. (MUHAMMAD AGUNG PRAYOGA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Sejumlah elite partai politik (parpol) di Kabupaten Jepara mendadak gelar halal bihalal, menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Meski secara terbuka belum disebut koalisi, namun hal tersebut berpotensi sebagai embrio koalisi.

Elite parpol tersebut, yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Ketiganya bersatu dalam rangkaian halal bihalal di Rumah Makan (RM) Rengkot Buyut Jl. Ki Mangunsarkoro, Jepara.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Jepara, Nuruddin Amin menyatakan, berkumpulnya ketiga elite partai bukan sebagai koalisi di Pilkada mendatang. Sebab ini hanya sekadar kelanjutan dari teras komunikasi.

Kendati demikian, Gus Nung, sapaan akrabnya, tidak menampik ke depannya akan berkoalisi.

Sehingga apabila perkumpulan elite parpol ini telah dikomunikasikan ke pusat, lalu mencuat restu, maka secara resmi koalisi terbentuk.

Tidak menutup kemungkinan, PPP, PKB dan Gerindra akan membuka tangan, jika Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Nasional Demokrasi (NasDem) berkeinginan untuk bergabung dalam satu lingkaran.

“Step by step, setidaknya sudah ada 25 kursi yang diamankan dan secara sah dapat mencalonkan di Pilkada nanti. Rencana koalisi ini masih di tahap embrio, semoga secepatnya DPP memberikan restu,” papar Gus Nung kepada Joglo Jateng, Minggu (5/5).

Senada, Ketua DPC PPP Jepara, Masykuri juga menyatakan siap apabila PKB dan Gerindra menghendaki koalisi.

Menurutnya, akan menjadi kekuatan besar dalam Pilkada November 2024 mendatang.

Selain itu, Masykuri juga menggarisbawahi, bahwa kandidat Calon Bupati (Cabup) atau Calon Wakil Bupati (Cawabup) dari ketiga partai merupakan seorang kader, bukan yang lainnya.

Sehingga bagi PPP, kualitas seorang calon harus diperhatikan.

“Kami enggan mencalonkan Bupati atau Wakil Bupati dari selain kader partai. Sebab proses kader (pendidikan), akan berdampak pada kebijakan yang diambil sewaktu memimpin,” tegas Masykuri.

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Jepara, Arizal Wahyu Hidayat berharap, agar melalui komunikasinya dengan PPP dan PKB dapat peroleh kandidat dari kader sendiri. Artinya, bukan sekadar dicalonkan tapi komitmen dalam berproses.

“Kader bukan sekadar memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA), melainkan melalui serangkaian proses. Bikin partai itu tidak mudah, jadi kami sangat berhati-hati dalam memilih seorang kandidat, intinya jangan mudah terpengaruh,” pungkas Arizal Wahyu Hidayat. (map/gih)