KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan mengembangkan empat desa sebagai kampung durian. Agenda ini bakal dilaksanakan melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus menggunakan sumber dana dari APBN maupun APBD.
Kepala Seksi (Kasi) Tanaman dan Pangan Dispertan Kudus, Arin Nikmah mengatakan, yang menggunakan dana dari APBN yakni Desa Piji, Desa Puyoh, dan Desa Lau, Kecamatan Dawe. “Sedangkan yang menggunakan dana APBD Kudus yakni Desa Rejosari, Kecamatan Dawe. Empat desa itu akan kami kembangkan menjadi pusat produksi durian di 2021 ini,” ucapnya saat dihubungi di Kudus, Minggu (31/1).
Pihaknya juga melakukan survei ke lokasi tersebut bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Dawe guna memastikan lahan. Area yang hendak digunakan yakni hamparan Gapoktan Piji Makmur Desa Piji, hamparan Gapoktan Margo Mulyo Desa Puyoh, dan hamparan Gapoktan Sidomulyo Desa Lau. Adapaun untuk jenis duriannya sendiri yakni Kromo Banyumas. Sering juga dikenal atau disebut sebagai durian bawor.
Arin menambahkan, desa-desa yang menjadi lokasi surveI ini merupakan desa yang ingin melakukan perkembangan. “Kepala Desa setempat yang memiliki visi-misi dalam mengembangkan desanya, terutama di dunia pertanian. Sekaligus ingin bersinergi dengan Dispertan Kudus,” pungkasnya. (sam/abu)










