PURWOREJO, Joglo Jateng – Jumlah pasien HIV/AIDS yang dirawat di RSUD Tjitrowardojo Purworejo pada semester awal tahun 2025, meningkat. Tahun 2024 sebanyak 48 pasien menjalani rawat inap dan total 277 orang rawat jalan akibat penyakit yang disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) tersebut.
Parahnya, dari Bulan Maret hingga Mei 2025, ada 18 pasien baru. Jika dirata-rata, setiap bulan ada 4 orang terkena HIV/AIDS di tahun ini.
Kabid Layanan Medis dan Keperawatan RSUD Tjitrowardojo, dr Katharina Probosiwi mengungkapkan, sebaran penyakit tersebut diderita oleh mayoritas laki-laki. Dari data yang ada, 187 laki-laki dan 90 perempuan menderita penyakit yang belum ditemukan obatnya itu.
Hal ini, jika dikaitkan dengan maraknya grup-grup gay atau di dunia medis disebut LSL (laki-laki suka laki-laki), dimungkinkan ada korelasinya. “Sebaran HIV/AIDS pasien kebanyakan berjenis kelamin banyak laki-laki. Ada korelasi (dengan maraknya grup-grup gay), namun apakah mereka gay perlu dibuktikan. Yang terdeteksi ini yang kontrol di sini, yang tidak kontrol tentu tidak terdata. Ini fenomena gunung es,” tutur dr Katharina, Senin (30/06/2025).
Pasien yang beresiko HIV+ (positif), masuk ke rumah sakit, kata dr Katharina, biasanya dengan keluhan batuk, sesak nafas dan diare serta penyakit kulit berkepanjangan, berbulan-bulan. “Jika ada pasien dengan keluhan seperti itu selama berbulan-bulan, biasanya kami sudah curiga. Perlu diketahui, AIDS itu merupakan kumpulan gejala. HIV belum tentu AIDS, kalau AIDS sudah pasti karena HIV,” kata dia.










