PURWOREJO, Joglo Jateng – Globalisasi menyebabkan paham radikal dan maraknya gaya hidup menyimpang. Paham ini menyusup lingkungan pendidikan, dunia usaha dan pemerintahan yang disebarkan melalui teknologi informasi dan proxy.
Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Pertahanan, Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan, saat menjadi keynote speech mewakili Menhan dalam Pelantikan dan Rakernas I Idarah Aliyyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Masa Khidmah 2025-2030. Yang dilaksanakan di Pondok Pesantren An-Nawawi, Dusun Berjan, Desa Gintungan, Kecamatan Gebang, Purworejo, Senin (7/7).
“Masih banyak paham intoleransi yang melakukan provokosi, memecah belah persatuan bangsa. Maraknya penyimpangan, berpotensi merusak sendi-sendi moral bangsa. Kampanye penyebaran LGBT, ditambah kurangnya kontrol dapat menjadi ancaman serius apabila tidak dicegah dan ditangani dengan baik,” katanya, Senin (7/7/25).
Acara ini merupakan pelantikan struktur pimpinan tertinggi (Idarah Aliyyah) JATMAN untuk periode lima tahun ke depan. Para pimpinan yang dilantik adalah KH Achmad Chalwani Nawawi sebagai Rais ‘Ali. Kemudian, Prof Dr KH Ali Masykur Musa sebagai Mudir ‘Ali JATMAN.
Pelantikan dilakukan secara langsung oleh Rais ‘Am PBNU, KH Miftachul Akhyar, yang menegaskan legitimasi dan hubungan erat antara PBNU dan JATMAN. Pengesahan formal dilakukan melalui pembacaan Surat Keputusan PBNU Nomor 3504/PB.01/A.II.01.33/99/01/2025 oleh Ketua PBNU, Dr KH Ahmad Fahrur Rozi.










