JEPARA, Joglo Jateng– Industri furnitur Indonesia, khususnya Kabupaten Jepara dihadapkan pada persaingan ketat pasar global, terutama dari produk-produk China, Vietnam, dan India. Agar mampu bertahan, para pelaku usaha diminta untuk terus memperbarui teknologi dan permesinan.
Ketua Umum IFPF Indonesia Furniture & Craft Promotion Forum (IFPF), Erie Sasmito menyampaikan, pentingnya inovasi di bidang permesinan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi.
“Inovasi mesin diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri ini,” ujarnya dalam Seminar Perkayuan Woodworking Transformations, More Machinery, Beyond Furniture Production in Indonesia di D’Season Hall, Selasa (12/8).
Menurutnya, perkembangan teknologi mesin tak bisa dihindari. Jika pelaku usaha tidak mengikuti perkembangan ini, industri furnitur dalam negeri akan sulit bersaing di pasar internasional.
“Produk serupa dari China, Vietnam, dan India turut membanjiri pasar global. Kami sangat menyambut baik industri terkini. Kita ingin melihat supporting mesin industri untuk meningkatkan produktivitas,” katanya.
Erie menyampaikan, mesin yang digunakan harus sesuai dengan karakter furnitur Indonesia yang kaya unsur seni. “Furnitur Indonesia ini menonjol pada seninya. Maka sentuhan perajin masih sangat penting,” jelasnya.
Ketua Umum Indonesian Sawmill and Woodworking Association (ISWA), Wiradadi Soeprayogo mengungkapkan, peran mesin sangat vital untuk efisiensi produksi pengolahan kayu, yang bisa menyedot biaya hingga 60 persen dari kayu gelondong hingga produk jadi.
“Mesin ini tidak berdampak pada pengurangan tenaga kerja. Hanya butuh upgrade skill, dengan pelatihan-pelatihan untuk menggunakan mesin-mesin terbaru,” bebernya.
Sementara itu, Project Director Pameran Komponen Manufaktur Furnitur Internasional dan Pameran Mesin Pengerjaan Kayu IFMAC-WOODMAC, Cloudinia J Dieter mengatakan, seminar ini menjadi ajang kolaborasi industri untuk mendorong transformasi furnitur dan pengerjaan kayu di Indonesia.
Ajang tersebut juga menjadi pemanasan menuju pameran internasional IFMAC WOODMAC yang akan digelar bersamaan dengan Interzum Jakarta dan International Hardware Fair Indonesia (IHFI) di Jakarta International Expo (JIExpo), 24–27 September 2025.
“Pameran ini menghubungkan seluruh rantai nilai produksi furnitur dan pengerjaan kayu dalam satu atap, mulai dari bahan baku, komponen, hingga mesin produksi canggih,” tutupnya. (oka/gih)










