KENDAL, Joglo Jateng – Penyerapan jagung pipil kering oleh Bulog Cabang Semarang di Kabupaten Kendal masih jauh dari target. Dari sasaran sebanyak 10,8 ribu ton, hingga awal September baru terealisasi sekitar 420 ton atau 3,8 persen.
Kondisi ini terungkap dalam sosialisasi penyerapan jagung yang digelar Bulog Cabang Semarang bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Bhabinkamtibmas di Aula DPUPR Kendal. Kabupaten Kendal diketahui sebagai salah satu daerah dengan produksi jagung yang cukup besar di Jawa Tengah.
Kepala Bulog Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah menjelaskan, rendahnya serapan terjadi karena harga jagung di pasaran lebih tinggi dibanding Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Untuk jagung pipil kering dengan kadar air di atas 15 persen, Bulog membeli Rp5.500 per kilogram, sedangkan di pasaran bisa mencapai Rp6.000 per kilogram.
“Harga yang ditawarkan swasta lebih tinggi sehingga petani cenderung menjual di pasaran. Sementara untuk jagung dengan kadar air di bawah 14 persen, Bulog membeli Rp6.400 per kilogram, di pasaran Rp6.500,” kata Rendy.
Ia menambahkan, agar sesuai standar Bulog, petani disarankan melakukan penjemuran lebih lama hingga kadar air jagung bisa ditekan. Dengan begitu, harga jual yang diterima petani juga lebih tinggi.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal, Pandu Rapriat Rogojati menuturkan bahwa selisih harga menjadi faktor utama petani enggan menjual ke Bulog.
“Kalau di Bulog Rp5.500, sementara tengkulak membeli Rp6.000. Tentu selisih Rp500 membuat petani lebih memilih pasar. Apalagi untuk kadar air di bawah 14 persen, petani harus benar-benar menjemur agar bisa masuk standar Bulog,” jelasnya.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menekankan bahwa jagung yang diserap Bulog bukan untuk kepentingan lembaga. Melainkan dijadikan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang akan didistribusikan sesuai kebutuhan nasional. Ia berharap melalui sosialisasi ini, petani semakin memahami pentingnya menjaga kualitas panen agar dapat diterima Bulog.
“Dengan kualitas hasil panen sesuai standar, penyerapan jagung bisa meningkat. Dan Kabupaten Kendal sebagai penghasil jagung terbesar ketiga di Jawa Tengah dapat memberi kontribusi lebih besar,” ungkap Bupati. (ags/adf)










