Kudus  

Dapat Laporan via Medsos, Wabup Bellinda Langsung Turun Tangan Antar Yafira ke RS

TINJAU: Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton sedang meninjau kondisi seorang anak berusia 9 tahun di Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Senin (29/9). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton awal pekan ini turun langsung meninjau kondisi seorang anak berusia 9 tahun di Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu. Anak tersebut mengalami obesitas akibat riwayat cerebral palsy sejak bayi. Anak bernama Yafira Nur Abida tersebut kini tidak dapat berjalan dan mengalami keterbatasan aktivitas harian.

Tak hanya meninjau, Bellinda juga mengantarkan langsung Yafira ke RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus pada Senin (29/9) untuk mendapatkan pemeriksaan medis lanjutan. Langkah ini dilakukan setelah ia menerima laporan masyarakat melalui pesan pribadi di media sosial.

“Kondisinya memang memerlukan perhatian serius. Dulu sempat rutin berobat, tapi empat tahun terakhir berhenti karena terkendala biaya. Alhamdulillah, keluarganya setuju untuk kami bawa ke rumah sakit agar kembali dipantau oleh dokter,” ucapnya.

Yafira diketahui mengalami keterlambatan tumbuh kembang sejak lahir. Berat badannya kini mencapai sekitar 55 kilogram, jauh di atas berat ideal anak seusianya yang seharusnya berkisar antara 25 hingga 35 kilogram. Kondisinya tersebut menyebabkan ia tak bisa bersekolah dan bergantung penuh pada keluarga dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Bellinda menegaskan, pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh. Termasuk dalam hal pendidikan dan pendampingan psikologis bagi Yafira.

“Kami akan coba fasilitasi agar tetap mendapat hak pendidikan. Pemerintah siap bantu, semuanya gratis. Jangan sampai ada warga yang tidak tertangani hanya karena faktor biaya,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap isu obesitas pada anak. Kasus tersebut ak selalu disebabkan oleh pola makan berlebih, namun juga karena kurangnya aktivitas fisik dan keterbatasan lainnya.

“Obesitas bukan semata-mata karena banyak makan. Kurangnya aktivitas fisik dan pola makan yang tidak teratur juga berpengaruh. Puskesmas dan posyandu sudah punya program edukasi, tapi masyarakat juga harus peduli. Obesitas bisa memicu banyak penyakit kronis,” tambahnya.