KENDAL, Joglo Jateng – NU Peduli Kabupaten Kendal memberangkatkan lima sukarelawan untuk membantu proses evakuasi korban longsor di Banjarnegara. Kelima sukarelawan yang merupakan personel LPBI PCNU Kendal itu dibekali perlengkapan khusus untuk mendukung pencarian dan pembersihan material longsor.
Pemberangkatan dilakukan Rabu pagi dari Gedung PCNU Kendal dan dilepas oleh Sekretaris NU Peduli Kendal, H. Abidin. Setibanya di lokasi, para sukarelawan akan langsung bergabung dengan posko penanganan bencana di Banjarnegara.
Abidin menegaskan bahwa kebutuhan utama di lokasi bencana saat ini adalah tenaga evakuasi. Karena itu, pihaknya mengirimkan sukarelawan yang sudah dipersenjatai peralatan penting, seperti pompa air dan gergaji mesin. Dua alat ini sangat dibutuhkan untuk membuka akses dan membantu proses pertolongan di titik rawan longsor.
“Kita fokus mengirim tenaga evakuasi. Relawan diminta terus berkoordinasi dengan posko agar proses pertolongan bisa berjalan cepat dan tepat,” katanya.
Selain tenaga evakuasi, rombongan juga membawa bantuan logistik berupa obat-obatan, kebutuhan pokok, serta perlengkapan yang dapat dimanfaatkan oleh warga terdampak.
Ketua LPBI NU Kendal, Adib Maulana menjelaskan bahwa kebutuhan personel tambahan di Banjarnegara cukup mendesak. Sebagian sukarelawan di Jawa Tengah masih bertugas di wilayah Majenang, Cilacap. Sehingga penambahan tenaga dari Kendal sangat membantu.
“Di lokasi longsor, kebutuhan terbesar adalah tenaga. Karena sebagian relawan masih bertugas di daerah lain, maka penambahan personel menjadi sangat penting,” jelasnya.
Dikatakannya, lima sukarelawan yang berangkat hari ini dijadwalkan bertugas hingga Jumat. “Kami juga telah menyiapkan keberangkatan gelombang kedua pada Sabtu mendatang, dengan membawa relawan tambahan serta bantuan bahan makanan dalam jumlah lebih besar,” terangnya.
Dia berharap, dengan penguatan tenaga evakuasi dapat mempercepat penanganan bencana sekaligus meringankan beban warga yang terdampak. (ags/adf)










