KUDUS, Joglo Jateng – SD 2 Ngembalkulon memperingati Hari Guru Nasional dengan cara yang berbeda pada Selasa (25/11). Bukan sekadar tumpengan atau gunungan jajanan seperti tahun-tahun sebelumnya, sekolah tersebut memilih merayakannya lewat kegiatan go green dengan menanam 60 jenis tanaman bersama siswa.
Pengawas Sekolah, Ervi Rosmayanti mengatakan, sekolah seharusnya menjadi rumah kedua bagi anak-anak. Karena itu, lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan menjadi prioritas.
“Melalui kegiatan go green, sekolah sekaligus mengajarkan karakter agar anak-anak mencintai lingkungan sejak dini,” ujarnya.
Kepala SD 2 Ngembalkulon, Muthi Munawaroh menjelaskan, jumlah tanaman yang ditanam sekitar 60. Setiap jenjang diberi fokus tanaman berbeda. Kelas 1–2 menanam sayur dan buah. Kelas 3–4 menanam tanaman hias dan bunga-bungaan. Sedangkan kelas 5–6 fokus pada tanaman apotek hidup.
“Kami ingin peringatan Hari Guru tahun ini berbeda. Tahun lalu hanya tumpengan, sementara sekarang kami memilih pendidikan karakter. Anak-anak diajak menanam, merawat, dan memanfaatkan kembali sampah yang mereka bawa dari rumah,” jelasnya.

Sejak Jumat lalu, siswa mulai memodifikasi pot dari barang bekas yang mereka bawa sendiri. Sekolah menyediakan cat dan bahan dekorasi, sehingga setiap pot dihias sesuai kreativitas masing-masing. Hari ini menjadi puncak kegiatan penanaman.
Tanaman yang sudah ditanam akan ditempatkan di depan kelas masing-masing. Setiap hari para siswa akan merawatnya didampingi guru.
“Anak dapat nilai kokurikuler, dapat juga pendidikan karakter. Tumpengan sudah ada dari program MBG, jadi kami pilih kegiatan yang tidak mubazir tapi tetap bermakna. Dengan menanam, hal sederhana ini yang bisa dipraktikkan di rumah,” katanya.
Salah satu siswa, Naila Putri, mengaku senang bisa merawat tanaman pilihannya sendiri. Ia berharap tanaman yang ditanamnya bisa tumbuh subur.
“Semoga tanamanku cepat besar dan bunganya banyak. Aku mau rawat setiap hari,” tuturnya. (iza/fat)










