BKPSDM Purworejo Rilis Sinergi dan Sapa ASN, Beri Wadah ASN Berkonsultasi lewat Layanan Digital

Bupati Purworejo Yuli Hastuti didampingi Kepala BKPSDM Agung Wibowo menekan tombol peresmian peluncuran aplikasi Sinergi dan Sapa ASN
BERBASIS WEB: Kepala BKPSDM Kabupaten Purworejo, Agung Wibowo menunjukkan aplikasi Sinergi ASN kepada Bupati Yuli Hastuti. (MARNIE/JOGLO JATENG)

PURWOREJO, Joglo Jateng – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Purworejo meluncurkan dua aplikasi inovatif, yakni Sistem Informasi untuk Kompetensi dan Pengembangan Terintegrasi ASN (Sinergi ASN) dan Sarana Pendamping ASN (Sapa ASN).

Peluncuran yang digelar di aula kantor BKPSDM, Jumat (12/12/2025) ini dihadiri langsung oleh Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Inovasi ini hadir sebagai solusi atas berbagai permasalahan kepegawaian, mulai dari sulitnya akses pengembangan kompetensi karena beban kerja, hingga masalah personal yang berdampak pada kinerja.

Tingginya Angka Perceraian dan Pelanggaran Disiplin

Kepala BKPSDM Kabupaten Purworejo, Agung Wibowo, mengungkapkan data mengejutkan terkait kondisi ASN dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari pelanggaran disiplin hingga tingginya angka perceraian.

“Sejak tahun 2023 hingga 2025 banyak pelanggaran indisipliner, kami cari permasalahannya. Kemudian saat Ibu Bupati MoU dengan Pengadilan Agama Purworejo, ternyata angka perceraian ASN ini jumlahnya luar biasa. Hal itu karena kurangnya wadah konsultasi dan komunikasi bagi ASN yang memiliki masalah,” tutur Agung.

Namun, upaya intervensi melalui Sapa ASN mulai membuahkan hasil. “Tahun 2024, pelanggaran disiplin berat yang masuk mencapai 24 kasus. Tahun 2025, setelah kami bentuk Sapa ASN, jumlahnya turun signifikan menjadi 14 kasus,” jelasnya.

Masalah Unik: Kinerja Turun Akibat Diet Ekstrem

Agung juga membeberkan temuan unik di lapangan. Selain masalah keluarga, penurunan kinerja ASN ternyata ada yang disebabkan oleh obsesi memiliki tubuh ideal melalui diet yang salah.

“Ada yang unik, gangguan tekanan stres membuat kinerja menurun karena latar belakang ingin memiliki tubuh ideal. Jadi mereka melakukan diet tanpa memperhitungkan nutrisi yang masuk dan kebutuhan kalori. Akibatnya, saat tenaga mereka dibutuhkan di jam kerja, mereka justru drop,” ungkap Agung.

Untuk mengatasi hal ini, program Sapa ASN melibatkan berbagai ahli, mulai dari ahli gizi, psikolog dari RSUD dr. Tjitrowardojo dan RSUD RAA Tjokronegoro, hingga akademisi dari Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPwr).

Antisipasi “Post Power Syndrome” dan Bunuh Diri

Selain masalah fisik, persiapan mental menjelang pensiun juga menjadi sorotan utama. Agung menyebut banyak ASN mengalami kebingungan atau sindrom purna tugas pada periode 7 hingga 2 tahun sebelum pensiun.

“Banyak ASN yang bingung mau mengerjakan apa setelah pensiun, dan ini mempengaruhi kinerja. Bahkan ada yang cenderung ingin bunuh diri karena permasalahan yang dihadapi, tapi malu ketika harus konsultasi,” paparnya.

Oleh karena itu, BKPSDM menjamin kerahasiaan penuh bagi ASN yang ingin memanfaatkan layanan ini. “Kami jamin, Tim SAPA ASN akan merahasiakan identitas pasiennya. Silakan berkonsultasi, bebas biaya,” pungkas Agung. (mrn/adf)