KENDAL, Joglo Jateng – Banjir rob kembali merendam kawasan pesisir Kabupaten Kendal dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, aktivitas nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bandengan masih berjalan normal dengan hasil tangkapan yang melimpah.
Kondisi tersebut justru berdampak pada turunnya harga sejumlah komoditas ikan di pasaran. Pantauan di TPI Bandengan, Senin (11/5/2026), genangan rob masih terlihat di sejumlah akses menuju lokasi pelelangan ikan.
Jalan berlumpur akibat air pasang membuat aktivitas warga dan pembeli sedikit terganggu. Seorang pedagang ikan di TPI Bandengan, Musyaroh mengatakan, rob sudah mulai terjadi sejak beberapa hari terakhir.
Air biasanya mulai masuk ke permukiman warga pada sore hari dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter. “Kalau rob di sini sudah langganan. Sudah beberapa hari ini mulai terjadi, tapi tidak terlalu tinggi,” katanya.
Ia menjelaskan, rob tidak terlalu memengaruhi hasil tangkapan nelayan. Menurutnya, saat ini tangkapan ikan justru sedang melimpah sehingga pasokan ikan di pasar meningkat.
“Sekarang tangkapan ikan masih bagus. Yang turun justru harga ikannya karena stok banyak,” ujarnya.
Beberapa jenis ikan mengalami penurunan harga dalam beberapa pekan terakhir. Ikan teri nasi yang sebelumnya dijual Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp 30 ribu per kilogram.
Selain itu, harga ikan cakalang berada di kisaran Rp 20 ribu per kilogram, dan ikan talas Rp 25 ribu per kilogram. Sementara cumi ukuran besar Rp 35 ribu per kilogram, dan udang sekitar Rp 80 ribu per kilogram.
Musyaroh memastikan ikan yang dijual merupakan hasil tangkapan segar dari nelayan yang baru pulang melaut. “Ini ikannya segar langsung dari nelayan,” ucapnya.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kendal, Triyono mengatakan, rob tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas melaut nelayan. Pasalnya, air pasang umumnya terjadi pada sore hari.
Menurutnya, melimpahnya hasil tangkapan membuat harga ikan di tingkat pedagang ikut mengalami penurunan. “Untuk aktivitas nelayan aman dan tangkapannya cukup bagus. Karena pasokan ikan banyak, harga jadi turun,” katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Hudi Sambodo mengingatkan nelayan untuk mewaspadai dampak El Nino. Fenomena ini diperkirakan berlangsung mulai Mei hingga akhir tahun 2026.
Hudi menjelaskan, peningkatan suhu permukaan laut akibat El Nino dapat memengaruhi keberadaan ikan di perairan pesisir. (ags/ree/rds)










