Demak  

Penyuluh Agama Islam Edukasi Pelajar SMPN 1 Mranggen Demak Perkuat Karakter

BERI: Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mranggen, Anis Sa’adah, saat memberikan edukasi pencegahan perkawinan anak di SMP Negeri 1 Mranggen. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Pelajar diharapkan mampu membangun jati diri yang positif dan tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan negatif di tengah perkembangan zaman. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mranggen, Anis Sa’adah, saat memberikan edukasi pencegahan perkawinan anak di SMP Negeri 1 Mranggen.

Dalam kegiatan tersebut, Anis menekankan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam kehidupan seseorang. Pada periode itu, anak-anak mulai mengenali potensi diri, mencari identitas, serta berusaha menemukan tempatnya di lingkungan pergaulan.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat remaja rentan terpengaruh oleh berbagai hal, mulai dari tren di media sosial, figur yang diidolakan, hingga tekanan dari lingkungan pertemanan.

Tidak sedikit remaja yang akhirnya mengikuti gaya hidup yang kurang sesuai dengan nilai dan norma karena ingin diterima oleh kelompoknya.

“Masa remaja adalah masa pencarian jati diri. Karena itu, anak-anak harus memiliki pegangan dan prinsip hidup yang baik agar tidak mudah terbawa pengaruh negatif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Selain pengaruh pergaulan bebas, remaja juga dihadapkan pada perilaku konsumtif, penyalahgunaan media sosial, hingga berbagai tindakan yang bertentangan dengan norma dan aturan.

Karena itu, pembentukan karakter menjadi hal yang sangat penting. Menurut Anis, remaja yang memiliki karakter kuat akan lebih mampu menentukan pilihan dan memahami mana hal yang bermanfaat bagi masa depannya.

Ia menilai ajaran agama dapat menjadi pedoman bagi pelajar dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai agama, remaja akan memiliki arah hidup yang jelas dan tidak mudah mengalami krisis identitas.

“Anak-anak yang memiliki dasar agama yang kuat akan lebih mudah membedakan mana yang baik dan mana yang buruk bagi dirinya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, para pelajar juga diajak mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan positif, di antaranya dengan aktif mengikuti organisasi sekolah, memperbanyak kegiatan yang bermanfaat, meningkatkan pengetahuan, serta memilih lingkungan pertemanan yang mendukung perkembangan diri.

Anis juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi salah satu kunci agar remaja tumbuh dengan rasa percaya diri dan memiliki identitas diri yang positif.

“Anak-anak membutuhkan pendampingan dari keluarga dan lingkungan agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik dan mampu mengembangkan potensinya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tujuan hidup manusia tidak hanya mengejar keberhasilan duniawi, tetapi juga menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Nilai ibadah tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai perilaku baik, seperti bersikap jujur, sopan, menghormati orang tua, dan membantu sesama dalam kehidupan sehari-hari. (adm/fat/rds)