KENDAL, Joglo Jateng – Sebanyak 100 anak terindikasi stunting di Kabupaten Kendal mendapatkan intervensi gizi melalui Program Satu Telur Sehari yang digagas Alfamart. Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kendal, Puskesmas Boja, serta kader posyandu di tingkat desa.
Pada tahun 2026, Kabupaten Kendal menjadi salah satu dari 39 kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi lokasi pelaksanaan program tersebut. Berdasarkan rekomendasi Puskesmas Boja, terdapat 100 anak terindikasi stunting yang menjadi penerima manfaat di empat desa, yakni Desa Boja, Desa Bebengan, Desa Campurejo, dan Desa Krajan Meteseh.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui kader posyandu setempat berupa telur sebagai tambahan asupan protein hewani guna mendukung tumbuh kembang anak. Distribusi dilakukan secara berkala selama tiga hingga enam bulan dengan pendampingan dari tenaga kesehatan.
Perwakilan Puskesmas Boja, Wiwik Dian Cahyani, mengatakan anak-anak penerima manfaat tidak hanya memperoleh tambahan asupan protein berupa satu telur setiap hari, tetapi juga mendapatkan pendampingan terkait pola asuh dan pola makan seimbang bagi orang tua.
“Program sederhana ini memberikan dampak yang sangat membantu terhadap pertumbuhan anak-anak yang terindikasi stunting. Manfaatnya dapat dirasakan langsung, terutama dalam mendukung pemenuhan gizi harian anak,” katanya, Sabtu (13/6/2026).
Ia menjelaskan, telur dipilih sebagai sumber protein hewani karena mudah diperoleh, terjangkau, serta praktis diolah menjadi menu harian anak. Selain distribusi telur, program juga dibarengi edukasi gizi dan pemeriksaan berkala yang dilakukan bersama kader posyandu.
Secara nasional, Program Satu Telur Sehari telah berjalan sejak 2022 dan terus mengalami perluasan cakupan. Pada 2026, program tersebut menargetkan distribusi lebih dari 510 ribu butir telur kepada lebih dari 2.700 anak terindikasi stunting di 39 kota dan kabupaten di Indonesia.
Sebelumnya, pada 2025 Alfamart mendistribusikan lebih dari 189 ribu butir telur kepada 1.000 anak di 25 kota. Dari pelaksanaan tersebut, sekitar 72 persen anak penerima manfaat tercatat menunjukkan perkembangan tumbuh kembang yang positif. Sementara pada 2024, sebanyak lebih dari 103 ribu butir telur disalurkan kepada 591 anak di 12 kota.
General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, menyampaikan, Program Satu Telur Sehari difokuskan kepada anak-anak yang terindikasi mengalami perlambatan pertumbuhan dan penurunan status gizi. Penentuan penerima manfaat dilakukan berdasarkan pendataan bersama dinas kesehatan setempat agar program berjalan tepat sasaran.
“Program Satu Telur Sehari bukan sekadar membagikan telur, tetapi menjadi salah satu bentuk intervensi sederhana yang dinilai efektif dan efisien dalam membantu penanganan stunting di berbagai daerah. Selama empat tahun berjalan, respons positif dan perkembangan anak penerima manfaat menjadi semangat bagi Alfamart untuk terus menghadirkan kontribusi sosial yang berkelanjutan,” katanya. (ags/gih/rds)










