KENDAL, Joglo Jateng -Menjelang sore, ketika sebagian orang mulai menutup aktivitasnya dan kembali ke rumah untuk berkumpul bersama keluarga, Siti Rokhanah (65) justru bersiap menjalani rutinitas yang telah bertahun-tahun dilakoninya di tengah kesunyian.
Perempuan lanjut usia itu tinggal di RT 05 RW 01 Kelurahan Balok, Kecamatan Kendal. Rumahnya kini menjadi satu-satunya yang masih berpenghuni di kampung yang perlahan mati akibat terjangan banjir rob.
Untuk mencapai rumah tersebut, orang harus menyusuri jalan yang tergenang air laut pasang setinggi lutut orang dewasa. Jalur yang dahulu menjadi akses utama warga kini nyaris tak dapat dikenali. Batas antara jalan kampung dan area tambak semakin samar.
Di sepanjang perjalanan menuju rumah Siti, tampak puing-puing bangunan yang menjadi saksi bisu perubahan yang terjadi di kawasan itu. Sejumlah rumah tetangganya telah ambruk diterjang rob yang terus mengikis daratan dari tahun ke tahun. Dinding-dinding yang runtuh, tiang-tiang bangunan yang tersisa, serta reruntuhan bata yang masih berserakan menjadi penanda bahwa tempat itu pernah menjadi sebuah kampung yang hidup.
Dulu, kawasan tersebut dipenuhi aktivitas warga. Anak-anak bermain hingga petang, para tetangga saling bertukar cerita di teras rumah, sementara suara televisi dan canda tawa keluarga terdengar dari berbagai penjuru.
Namun, semuanya berubah perlahan.
Satu per satu warga memilih pergi. Ada yang pindah demi mencari tempat yang lebih aman, ada pula yang telah meninggal dunia. Hingga akhirnya, hanya Siti yang masih bertahan.
“Kalau dulu di sini masih ramai, ada beberapa rumah di sekitar. Sekarang tinggal saya sendiri karena yang lain sudah pindah atau meninggal,” kata Siti, Senin (15/6).










