JEPARA, Joglo Jateng – Sebanyak 1.200 santri dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin), dan pondok pesantren (Ponpes) memeriahkan Kirab Santri atau Gebyar 1 Muharram. Acara tersebut digelar di Jalan Tugu Alun-alun 1 Kabupaten Jepara, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan kirab ini menjadi bagian penting dari peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Kota Ukir.
Sejak siang, ribuan peserta memadati kawasan Alun-alun Jepara sebagai titik keberangkatan kirab. Masing-masing lembaga pendidikan Islam menampilkan kreativitas dengan mengusung berbagai tema dan kostum unik.
Pantauan Joglo Jateng, beberapa peserta mengenakan busana khas Timur Tengah lengkap dengan replika hewan unta. Kemudian peserta lainnya mengangkat tema pertanian, hingga menampilkan kostum bernuansa horor seperti pocong dan malaikat maut.
Sepanjang perjalanan, para santri tampak antusias melantunkan lagu-lagu islami dan selawat. Suasana kirab pun semakin meriah dengan sorak dukungan masyarakat yang menyaksikan di sepanjang rute.
Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Al-Hidayah Demaan, Kecamatan Jepara, Maryam Ni’matus Sakdiyah mengatakan, lembaga Madin-nya melibatkan 17 santri. Mereka turut serta dalam kirab dengan mengangkat tema pertanian.
Menurutnya, tema tersebut dipilih sebagai bentuk edukasi kepada anak-anak agar lebih mengenal sektor pertanian. Sektor tersebut selama ini menjadi salah satu penopang kehidupan masyarakat.
“Harapannya pertanian bisa lebih maju lagi. Selain itu, anak-anak sekarang juga mulai jarang suka sayur dan lebih menyukai makanan instan,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kirab.
“Melalui kegiatan seperti ini kami ingin mengenalkan pentingnya hasil pertanian kepada mereka dan sayur-sayuran,” tambahnya.
Maryam menyampaikan, kegiatan kirab semacam ini menjadi sarana untuk meningkatkan semangat belajar para santri. Hal itu dilakukan melalui berbagai perlombaan dan kreativitas antarsantri.
“Kalau ada kirab semacam ini kan santri semangat ya, karena bisa mengangkat branding para santri di Jepara,” tuturnya.










