KUDUS, Joglo Jateng – Di tengah maraknya kasur busa dan spring bed, usaha pembuatan kasur kapuk tradisional masih bertahan di Kabupaten Kudus. Salah satunya Barokah Kasur milik M. Rifa’i (46) di Desa Panjang, Kecamatan Bae, yang tetap mempertahankan usaha warisan keluarga selama tiga generasi.
Bagi Rifa’i, membuat kasur kapuk bukan sekadar mencari nafkah, melainkan menjaga warisan keluarga agar tidak hilang ditelan zaman. Meski selera masyarakat beralih ke kasur modern, ia memilih tetap bertahan.
“Usaha ini sudah tiga generasi. Ini warisan keluarga yang harus saya teruskan semampu saya,” ujarnya.
Setiap kasur dibuat secara manual melalui beberapa tahapan. Mulai dari memotong kain, menjahit, memasang benang pengikat atau nyuki, mengisi kapuk, hingga proses finishing.
Pengisian kapuk membutuhkan waktu sekitar satu hari. Sedangkan proses menjahit dapat memakan waktu hingga dua hari.
Menurut Rifa’i, kasur kapuk memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan bahan lain. Kasur ini bisa digunakan hingga puluhan tahun selama dirawat dengan baik.
“Kasur kapuk bisa awet sampai puluhan tahun. Kalau rutin dijemur justru semakin bagus karena sirkulasi udaranya tetap terjaga dan kapuknya kembali mengembang,” katanya.
Ia menyarankan kasur dijemur sedikitnya sebulan sekali. Apabila terlalu lama lembap atau terkena air, kapuk dapat menggumpal dan mengeras sehingga mengurangi kenyamanan saat digunakan.
Bahan baku utama yang digunakan adalah kapuk randu berkualitas dari petani di Kudus. Namun, pasokan saat ini mulai berkurang seiring banyaknya pohon randu yang ditebang.
“Sekarang kapuk mulai langka karena banyak pohon randu yang ditebang, kami mengambil dari petani di Kudus. Harganya sekitar Rp 45 ribu per kilogram,” jelasnya.
Kapuk yang digunakan merupakan kapuk tua yang diproses menggunakan mesin blower untuk memisahkan serat dengan bijinya. Menariknya, hampir seluruh bagian tanaman kapuk memiliki nilai ekonomi.
Bijinya dimanfaatkan sebagai bahan baku minyak, dan media tertentu digunakan untuk budidaya jamur randu. Sedangkan kelopak buah dapat diolah menjadi arang untuk kebutuhan industri kosmetik.










