PURWOREJO, Joglo Jateng – Musyawarah Daerah (Musda) ke-VIII Paguyuban Kepala Desa (Kades) dan Perangkat Desa Kabupaten Purworejo (Polosoro) akan digelar pada 23 Juli 2026 mendatang.
Salah satu agenda pentingnya adalah pemilihan Ketua Umum (Ketum) Polosoro untuk masa bakti 2026-2029.
Sejumlah nama bakal calon Ketum Polosoro telah beredar di media. Mereka antara lain Kepala Desa Trirejo, Kecamatan Loano, Andhi Prasetiawan, serta Kepala Desa Pringgowijayan, Kecamatan Kutoarjo, Supriyono.
Kemudian dari kades perempuan ada nama Juminatun atau yang akrab disapa Menik. Ia merupakan Kepala Desa Langenrejo, Kecamatan Butuh.
Kandidat satu lagi adalah Ketum petahana, Suwarto, yang menjabat Kades Jatimalang, Kecamatan Purwodadi.
Meramaikan event demokrasi para kades dan perangkat desa, kini muncul nama Hery Dwidoyo. Ia adalah Kades Sumbersari yang diusung oleh Polosoro Kecamatan Banyuurip.
Ketua Polosoro Kecamatan Banyuurip, Sumarsinggih, saat ditemui membenarkan informasi tersebut.
“Beberapa hari lalu, ada pertemuan Selasa Kliwon (7/7/2026) Polosoro Banyuurip. Dalam pertemuan itu, tercetus untuk mencalonkan Bapak Hery Dwidoyo sebagai Caketum dalam Musda mendatang,” tutur Singgih, Kamis (16/7/2026).
“Dan kebetulan, beliau bersedia,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, alasan mengusung Hery karena yang bersangkutan bersedia memperjuangkan bantuan bagi desa melalui pokok pikiran (pokir) dewan dan lainnya.
Hal ini mengingat Dana Desa (DD) akan terus dipotong oleh pemerintah pusat selama enam tahun untuk membangun Koperasi Desa Merah Putih.
“Terpilih atau tidak, itu nantinya tidak akan menjadi masalah. Karena tujuan Pak Hery juga adalah agar bisa ikut terlibat di kepengurusan Polosoro tingkat kabupaten,” jelasnya.
“Kami akan tetap menjaga silaturahmi. Siapa yang jadi Ketum kelak, akan tetap kami dukung dan sengkuyung,” tegas Singgih.
Untuk menggolkan keinginan tersebut, Singgih menyebut telah melakukan komunikasi dengan pengurus Polosoro kecamatan lain.
Untuk Musda, masing-masing kecamatan memiliki 10 suara, yakni tujuh kades dan tiga perangkat desa (perades).
Sementara itu, dari nama-nama yang muncul, Kades Pringgowijayan, Supriyono menyatakan tidak berminat mencalonkan diri dalam perebutan Ketum Polosoro.
Ia menegaskan akan tetap mendukung Polosoro dan lebih memilih untuk memberikan dukungan kepada calon lain yang akan maju dalam kontestasi. (mrn/ree/rds)










