KUDUS, Joglo Jateng – Pembelaran tatap muka (PTM) sekolah di Kabupaten Kudus masih belum dilaksanakan tahun ini. Hal itu mengakibatkan beberapa prestasi capaian siswa menurun, salah satunya di SMP Negeri 1 Bae.
Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bae, Sumardi mengatakan, prestasi siswa saat pembelajaran jarak jauh mengalami penurunan. Biasanya sering mengikuti lomba-lomba yang diselenggarakan oleh berbagai pihak. Namun selama PTM semua itu terhalang.
“Saat ini untuk lomba-lomba yang berbentuk olahraga tidak berjalan sama sekali. Padahal SMP kami sering mendapatkan juara. Diantaranya karate, taekwondo, pencak silat. Malah jenis lomba itu selalu mendapat juara,” ujarnya.
Ada beberapa lomba lain yang bisa diikuti siswa selama PTM belum berjalan. Salah satunya Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang dilakukan secara online. Namun siswa SMP Negeri 1 Bae belum bisa melakukan persiapan secara matang.
Sementara itu terkait vaksinasi tenaga pendidikan dan guru, Sumardi mengungkapkan jika semua guru di SMP Negeri 1 Bae sudah divaksin. Termasuk pegawai tata usaha. Namun ada dua guru atas rekomendasi dokter yang tidak bisa mengikuti. Sebab mereka masih dalam masa pengobatan.
“Vaksin yang pertama dilakukan pertengahan puasa. Sedangkan yang keuda pada 19 Mei. Jumlah total guru ada 45, sedangkan karyawan berjumlah 14,” imbuhnya.
Menurut Sumardi, pada awal Mei, SMP Negeri 1 Bae melaksanakan uji coba PTM selama tiga hari. Namun akhirnya dihentikan karena bertambahnya Covid-19. Waktu itu, ada 120 anak per hari yang masuk selama tiga hari uji coba PTM.
“Jumlah total murid 756. Tidak mungkin jika semua siswa berkesempatan mengikuti uji coba PTM. Mungkin kelas 7 dan 8 saja, itu pun tidak seluruhnya,” paparnya.
Menurutnya, ada wacana Penilaian Akhir tahun (PAT) kali ini dilakukan secara tatap muka. Tapi akhirnya tidak diizinkan, mengingat kondisi masyarakat yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Kudus saat ini ada pada zona merah. Oleh karena itu, PAT tahun ini tetap dilaksanakan secara online. (zul/fat)










