BATANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Batang mulai melakukan simulasi pembukaan tempat wisata di Taman Safari Batang Dolphin Center (BDC). Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pemkab Batang yang terdiri dari Polres Batang, Kodim 0746, Dinas Kesehatan mengecek langsung kesiapan objek wisata yang terkenal dengan lumba-lumbanya itu.
Manajer Operasional BDC Oktavianus Bagus Danu Wijaya mengatakan, setelah memasuki pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3, pemkab memberikan izin untuk membuka objek wisata itu. Dengan catatan menerapkan standar protokol kesehatan sejak pintu masuk.
“Tiap pengunjung yang masuk kami screening. Sebelum masuk kami ukur suhu tubuh, lalu juga mencatat daftar tamu lengkap dengan nomor kontaknya,” ungkapnya, saat ditemui pada simulasi pembukaan BDC, kemarin (29/8).
Ia menyampaikan, pihaknya juga membatasi kunjungan menjadi 25 persen. Adapun kapasitas total pengunjung BDC mencapai 4.000 lebih. Jadi ia bisa menampung 1.000 pengunjung. Untuk pertunjukkan lumba-lumba, pihaknya juga membatasi tempat duduk. Hanya untuk 200 orang dari kapasitas total 800 orang.
“Kami berharap setelah simulasi bisa memberi harapan baik untuk melewati masa pandemi,” tuturnya.
Sementara, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan Dan Olahraga (Disparpora) Batang Wahyu Budi Santoso menyatakan, untuk wilayah level 3 wajib menerapkan simulasi pembukaan obyek wisata.
“Untuk simulasi yang diutamakan yang outdoor dulu. Nanti akan kami jadwalkan ke tempat wisata lain seperti forest kopi atau sikembang,” jelasnya.
Lalu, untuk simulasi batas maksimal pengunjung adalah 25 persen sembari menunggu aturan baru setelah 30 Agustus 2021. Seharusnya ada aturan tentang syarat masuk objek wisata, yaitu hasil vaksin Covid-19. Namun masih dalam polemik, sehingga belum disosialisasikan.
“Hasil simulasi akan dilaporkan kepada ketua Satgas Covid-19. Untuk selanjutnya menunggu Instruksi Bupati (Inbup) terkait boleh tidaknya membuka wisata,” pungkasnya. (hms/all)










