UMKM  

Ramai Orderan dengan Bisnis Kue Kering

kue kering natal dari Koeku Semarang
HAMPERS NATAL: Imma saat menunjukkan produk kue kering natal dari Koeku Semarang, Kamis (23/12). (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

PANDEMI nampaknya tidak memberi pengaruh berarti pada bisnis kue kering. Pasalnya, menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, pelaku usaha kue kering justru kebanjiran order.

Imma, pemilik Kue Kering Koeku, bercerita tentang bisnis kue kering yang justru ia rintis di saat pandemi. Meski masih baru, usahanya terus mengalami peningkatan. Bahkan omzetnya bertambah lima kali lipat menjelang Nataru.

“Bisnis ini saya dirikan memang sejak pandemi. Karena dulu saya seorang pegawai yang sempat diliburkan karena pandemi, sejak itu saya memulai bisnis ini. Dan alhamdulillah malah berjalan lancar sampai sekarang, dan omzet terus meningkat terutama saat momen seperti Natal dan Tahun Baru orderan yang masuk meningkat sampai lima kali lipat dari biasanya,” katanya kepada Joglo Jateng, Kamis (23/12).

Untuk memenuhi permintaan pelanggannya, Imma bahkan harus menambah 3 sampai 5 karyawan. Ia menyebut, kenaikan harga bahan pokok pembuatan kue, yaitu telur, tidak mempengaruhi jumlah order. Bahkan penjualan tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu.

“Orderan sudah banyak meskipun Natal masih seminggu lagi. Bahkan orderan sudah penuh sampai tahun baru,” katanya.

Dalam sehari, ia bisa menyiapkan kurang lebih 100 toples. Terdiri dari empat jenis kue kering. Harga yang dipatok pun terbilang terjangkau. Yakni mulai Rp 30 ribu, atau mulai dari Rp 99 ribu untuk paket hampers. Meski memasang harga miring, Koeku tetap memakai bahan-bahan premium.

“Koeku ini punya kue best seller-nya, yaitu nastar klepon. Karena nastar klepon memang saya yang pertama di Kota Semarang ini. Sehingga tetap jadi best seller sampai saat ini. Saya pun berharap nastar klepon nantinya bisa menjadi salah satu oleh-oleh khas kota Semarang,” ujarnya. (cr3/ern)