PATI, Joglo Jateng – Prakiraan curah hujan di Kabupaten Pati pada Januari hingga Maret berkisar 201-400 mm. Meski tergolong rendah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati tetap waspada dan menyiagakan pasukan.
Kasi Pencegahan BPBD Pati Hermain menjelaskan, curah hujan paling tinggi diperkirakan jatuh pada Januari dan itu pun hanya 400 mm. Pihaknya yakin bahwa kondisi sekarang masih bisa terpantau.
“Kami telah menyiagakan semua barisan. Dari mulai TNI, Porli, relawan dan mempersiapkan peralatan untuk siap siaga jika terjadi bencana. Khususnya banjir,” ucapnya.
Dirinya menambahkan, setiap memasuki musim penghujan, bencana yang biasa terjadi yakni banjir dan tanah longsor. Di wilayah Pati sempat terjadi banjir pada Desember dan di awal Januari lalu.
“Kami selalu melakukan sosialisasi ke daerah-daerah yang rawan bencana. Mengajak semua elemen masyarat untuk bekerja sama. Meskipun pihak BPBD masih terkendala terkait anggaran, namun kegiatan tersebut akan terus dilakukan, imbuhnya.
Pihak BPBD selalu melakukan uji coba pengurangan resiko bencana. Salah satunya membaca awan, kemudian warning dari waspada menuju siaga kepada tim-tim yang ada di bawah.
“Saat ini kami sedang munguji alat sederhana untuk mengetahui arah awan dan hujan turun. Agar lebih bisa lebih dini memberikan peringatan bencana,” tandasnya. (cr7/fat)










