KUDUS, Joglo Jateng – Peternakan kambing di Kabupaten Kudus semakin digemari oleh masyarakat, beberapa tahun terakhir. Hal tersebut diperkuat berdasarkan informasi dari Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus dengan terbentuknya kelompok-kelompok peternak di beberapa desa.
Kepala Dispertan Kudus Sunardi, melalui Kabid Peternakan Agus Setiawan menyebutkan, saat ini dunia peternakan tidak hanya diminati oleh orang tua. Akan tetapi, sebagian anak muda juga mulai banyak yang tertarik untuk menekuni dunia peternakan.
“Sekarang banyak pemuda yang juga ikut beternak, jadi tidak hanya orang tua saja. Mungkin karena pola pikir mereka sudah berubah. Kalau dulu itu, kebanyakan anak muda tidak mau beternak karena dianggap kurang menjanjikan. Sekarang mungkin sudah mulai paham, karena akses informasi juga semakin mudah,” ujarnya.
Peningkatan minat masyarakat untuk terjun di dunia peternakan, tak lepas dari menjamurnya usaha rumah aqiqah di Kudus. Hal itu juga yang kemudian mempengaruhi peningkatan permintaan daging kambing.
“Di Kudus itu totalnya ada 132 desa. Jika setiap desa dirata-rata lahir satu anak, berarti kebutuhan kambing untuk aqiqah itu ada 132 ekor. Itu untuk anak lahir perempuan, kalau laki-laki bisa dua kali lipatnya, kemudian dikali selama setahun. Kurang lebihnya seperti itu,” ungkapnya.
Agus menerangkan, meski minat masyarakat terhadap dunia peternakan meningkat, jumlah tersebut masih belum mampu membuat Kudus swasembada. Hal tersebut dikarenakan, populasi kambing di Kudus yang masih tergolong sedikit.
“Saat ini populasi kambing di Kudus ada sekitar 18 ribu ekor. Padahal untuk kebutuhan daging kambing sendiri di Kudus bisa mencapai ratusan ribu ekor per tahun,” pungkasnya. (abd/fat)










