KLENTENG Tay Kak Sie Semarang dibangun pada 1746 di Jalan Gang Belakang, Kranggan, Semarang Tengah dengan nama Klenteng Kwam Im Ting. Tahun 1771 berpindah lokasi di Gang Lombok dan berubah nama menjadi Klenteng Tay Kak Sie.
Kepala Sekretariat Klenteng Tay Kak Sie Andre Wahyudi menjelaskan, pemindahan lokasi tersebut karena di lokasi sebelumnya kecil dan tidak mencukupi untuk peribadatan. Para saudagar yang melihat tempat tersebut tidak layak akhirnya memutuskan untuk pindah di Gang Lombok. Nama dari Gang Lombok sendiri karena dulunya adalah ladang lombok (cabai).
“Dilihat dari feng shui, dari geografisnya cukup memadai maka dipindahkanlah ke sini,” ujarnya saat ditemui, belum lama ini.
Menurutnya, pemberian nama Tay Kak Sie berarti kuil kesadaran agung. Karena dibangun dengan basic Budha Mahayana, kemudian dinamakan Tay Kak Sie. Dengan “sie” yang berarti kuil.
“Kuil ini jelas ada Tri Ratna Budha, karena pada dasarnya adalah Kuil Budhis, berarti ada Budha masa lalu, masa sekarang, dan masa depan,” paparnya.
Andre menambahkan, Dewi Kwan Im atau dewi welas asih adalah tuan rumah dari klenteng tersebut. Dalam Film Sun Go Kong, dewi ini digambarkan sebagai sosok yang menggunakan baju/jubah serba putih.
Klenteng Tay Kak Sie sendiri setiap tahunnya mengadakan perayaan besar. Seperti kirab budaya yang dilakukan setiap tanggal 28 bulan 6 imlek/kalender chinese. (cr2/gih)










