PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto Hijaukan Empat Stasiun melalui Penanaman Pohon

GUNAKAN SEKOP: Kepala PT KAI Daop 5 Purwokerto Daniel Johannes Hutabarat (kiri) mendampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kebumen Nugroho Tri Waluyo yang mewakili Bupati Kebumen Arif Sugiyanto dalam penanaman bibit pohon di Stasiun Kebumen, Selasa (1/2). (ANTARA/JOGLO JATENG)

PURWOKERTO, Joglo Jateng – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto menghijaukan empat stasiun di Jawa Tengah melalui kegiatan penanaman bibit pohon tabebuya dan ketapang kencana. Kegiatan penanaman bibit pohon yang dilaksanakan PT KAI Daop 5 Purwokerto dalam rangka menyukseskan Gerakan BUMN Hijaukan Indonesia itu dipusatkan di Stasiun Kebumen, Selasa (1/2).

Selain di Stasiun Kebumen, kegiatan penanaman bibit pohon tersebut juga dilaksanakan di Stasiun Kutoarjo, Stasiun Slawi, dan Stasiun Prupuk. Total bibit yang ditanam sebanyak 100 batang dan masing-masing stasiun mendapat alokasi 25 batang.

Saat melaksanakan kegiatan di Stasiun Kebumen, Kepala PT KAI Daop 5 Purwokerto Daniel Johannes Hutabarat mengatakan, program penanaman bibit pohon ditujukan untuk mewujudkan lingkungan bersih. Selain itu, dapat menangkal polusi udara khususnya di area stasiun.

Menurutnya, Gerakan BUMN Hijaukan Indonesia itu terus disosialisasikan pada seluruh insan KAI untuk membangun kesadaran mengenai lingkungan. Hal ini juga seiring dengan Program Direktorat Operasi KAI berupa ‘Green Operation’, yaitu menghijaukan lingkungan kerja dengan adanya tanaman-tanaman bunga serta lingkungan stasiun dengan penanaman pohon.

Lebih lanjut, dia mengatakan, PT KAI Daop 5 Purwokerto telah mengawali program penghijauan tersebut dengan menanam 50 bibit pohon tabebuya dan ketapang kencana di Stasiun Purwokerto. Selain itu, Direktorat Operasi KAI juga menanam 30 bibit pohon trembesi di sejumlah stasiun wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto.

“Ke depan, Daop 5 Purwokerto akan terus melakukan penghijauan di seluruh stasiun agar kualitas udara akan semakin baik,” katanya.

Daniel mengatakan, langkah penghijauan di stasiun juga dilakukan dengan pembuatan taman-taman di area stasiun yang merupakan bagian dari peningkatan pelayanan kepada para pelanggan. Dengan semakin banyak stasiun yang indah, pelanggan merasa nyaman ketika akan menggunakan layanan kereta api. Menurut dia, lingkungan yang asri juga akan menyejukkan dan indah dari sudut estetika.

“Di masa pandemi seperti sekarang ini, KAI selalu melakukan langkah langkah inovasi terobosan, baik yang langsung berpengaruh pada kinerja perusahaan maupun secara tidak langsung. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kontribusi dari Dinas Kelautan Kabupaten Kebumen yang telah membantu dengan memberikan 35 bibit pohon jenis ketapang kencana, glodogan pecut, tabebuya, dan beringin,” paparnya.

Ia mengatakan, hal itu merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, dukungan KAI dalam Gerakan BUMN Hijaukan Indonesia sejalan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo pada konferensi G20. Di mana Indonesia berkontribusi dalam menangani perubahan iklim dan mengelola lingkungan secara berkelanjutan.

“Gerakan KAI dalam BUMN Hijaukan Indonesia ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya mengurangi pemanasan global. Di samping membantu pencapaian target pemerintah berupa net zero emission (nol emisi karbon) pada tahun 2060,” kata Daniel. (ara/gih)