JAKARTA, Joglo Jateng – Kepala dan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi dilantik, Kamis (10/3). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 9M Tahun 2022 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara.
Dalam keputusannya, Presiden memutuskan, menetapkan, mengangkat masing-masing Bambang Susantono sebagai Kepala Otorita IKN, dan Dhony Rahajoe sebagai Wakil Kepala Otorita IKN.
Usai dilantik, Bambang mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo meminta pembangunan IKN Nusantara bukan hanya soal membangun konstruksi atau fisik. Melainkan juga harus menjalin kerekatan sosial dari seluruh masyarakat. Hal itu karena IKN Nusantara dipersembahkan untuk seluruh kalangan atau city for all.
“Program-program yang ada tentu tidak hanya semata-mata membangun fisik, sekali lagi; tapi kami ingin membangun kerekatan sosial, kerekatan masyarakat yang dinamis, yang vibrant. Sehingga, sekali lagi, ini kota untuk semua, city for all,” ujarnya saat memberikan keterangan pers, Kamis (10/3).
Presiden Jokowi, menurut Bambang, ingin agar Nusantara menjadi kota yang dapat merefleksikan dan merangkum seluruh jawaban terhadap tantangan bagi Indonesia di masa depan.
“Bagaimana misalnya interaksi antara warga, bagaimana digitalisasi akan mewarnai kota tersebut, dan tetap kota ini harus humanis, harus mengedepankan interaksi antarwarga, kohesivitas warganya,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian (K/L) yang selama ini telah merencanakan dan memulai pembangunan IKN. Seperti Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Mantan wakil menteri Perhubungan itu mengharapkan dukungan dari semua pihak agar IKN dapat benar-benar merefleksikan keragaman Indonesia. IKN juga akan dibangun menjadi kota inklusif, kota hijau, kota cerdas, dan kota dengan pembangunan berkelanjutan.
“Tentu dengan kearifan lokal yang sangat tinggi sesuai dengan lokasi di Kalimantan Timur, dan kami mohon dukungan semua lapisan masyarakat untuk kita sama-sama membangun kota ini sehingga menjadi kota yang inklusif, hijau cerdas, dan berkelanjutan,” ujarnya. (ara/ern)










