Lestarikan Budaya Lewat Lomba Pokdarwis

BERIKAN: Juri lomba pokdarwis saat menulis kenang-kenangan di Desa Sumbermulyo, Bantul, beberapa hari lalu. (ERNA SARI SUSANTI/ JOGLO JATENG)

BANTUL, Joglo Jogja – Tiga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Bantul mengikuti lomba pada tingkat provinsi. Dengan adanya lomba ini, diharapkan dapat menata potensi yang ada. Selain itu juga dapat melestarikan budaya, memperkenalkan nilai-nilai luhur serta mensejahterakan masyarakat.

Ketua Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, kegiatan ini merupakan lomba kelompok sadar wisata. Dimana di Bantul terdapat tiga Pokdarwis yang maju di tingkat provinsi. Yaitu  Pokdarwis Srimulyo, Sumbermulyo, dan Guwosari.

Lebih lanjut menurutnya, juri sangat mengapresiasi pemahaman Pokdarwis Bantul tentang pariwisatanya. Serta potensi-potensi yang tidak pernah tereksplor sebelumnya.

“Secara lomba, juri cukup mengapresiasi Bantul. Disamping pemahaman tentang kelompok sadar wisata Bantul relatif sangat baik, juga ditemukan potensi-potensi yang selama ini tidak pernah tereksplorasi,” ucapnya saat diwawancarai beberapa hari lalu.

Ia menjelaskan, bagi para juri, pembuatan kertas dluwang dinilai sangat menarik. Karena hal ini tidak ada di tempat lainnya.

“Pembuatan kertas dluwang bagi juri menarik sekali sebab tidak ada di tempat lain. Selain itu misalnya tadi di Candi Gereja Ganjuran, ternyata disana mewujudkan kerukunan yang luar biasa. Sebab orang-orang yang ziarah menginap di rumah-rumah penduduk muslim,” ujarnya.

Kwintarto berharap yang terbaik untuk Bantul. Serta dapat mewujudkan suatu hal yang bermanfaat bagi masyarakat Bantul.

Sementara Ketua Pokdarwis Sumbermulyo, Suwanto mengatakan, kelompoknya terbentuk pada tahun 2019 lalu, namun baru mendapatkan SK dari Lurah di tahun 2020. Setahun setelahnya, Desa Sumbermulyo mengikuti Pokdarwis di tingkat kabupaten.

“Bila dilihat dari umur memang belum lama. Tahun 2019, namun baru dapat SK 11 November 2020. Kemudian dapat juara satu, lomba pokdarwis di tingkat kabupaten,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa pihaknya sudah berusaha secara maksimal. Di Sumbermulyo sendiri terdapat banyak sekali potensi yang ada. Seperti Kampung Anggur, Museum Wayang Beber, Kampung Anggrek, dan Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran.

“Disini banyak sekali potensi, di Gereja Ganjuran sana misal kan banyak ruko-ruko yang menjual kuliner hasil pertanian warga sekitar dan cinderamata. Selain itu juga ada Kampung Anggur, Museum Wayang Beber, dan Kampung Anggrek,” tegasnya. (ers/bid)