UMKM  

Ubah Limbah Pabrik Garmen Jadi Produk Bernilai Jual Tinggi

APIK: Nunung Ervana saat memperlihatkan peci berudru ciptaannya, Senin (28/3). (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

Limbah dan sampah kalau bisa memanfaatkan, ternyata punya nilai jual yang cukup lumayan. Peci berudru buatan Nunung Ervana adalah salah satunya.

NUNUNG Ervana berhasil mengubah limbah pabrik garmen menjadi peci berudru. Produk hasil inovasinya itu cukup diminati pasaran dan memiliki nilai jual tinggi.

Pengrajin asal Desa Piji, Kabupaten Kudus itu mengatakan, produk buatannya itu memanfaatkan limbah yang sudah tidak terpakai. “Bahannya peci belundru dapat dari anvalan pabrik garmen yang ada di Jepara,” ucapnya, Senin (28/3).

Menurut Nunung, produksi peci beludru tergolong masih sedikit. Ia pun masih menunggu produknya itu lebih dikenal secara luas lagi.

“Meskipun produksinya belum banyak, karena masih butuh waktu untuk memperkenalkan. Jadi, setidaknya dari anak-anak kecil sudah pada pesan, orang tua pasti minta ditempel orang tuanya,” katanya.

Setiap hari ia selalu memproduksi peci beludru. Namun untuk jumlahnya tidak menentu. Sedangkan harga produknya itu berivariatif, tergantung jenisnya.

“Penjualannya variatif, kalau saat ini sudah mulai produksi terus. Kalau harganya kisaran Rp 40 ribu sampai 60 ribu. Tinggal lihat motif dan modelnya,” kata Nunung.

Mengenai pemasaran produknya, dia memanfaatkan media sosial dan menjalin kerjasama dengan beberapa penjual. Ia menjelaskan bahwa peminatnya yakni dari kalangan anak muda.

“Pemasaran saat ini lewat offline dan online. Kita pakai jejaring, biasanya yang paling banyak lewat jaringan saya, agen dan reseller,” ujarnya. (cr7/gih)