KOTA, Joglo Jogja – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengupayakan kestabilan harga komoditas di pasaran selama bulan ramadhan. Selain itu, pemantauan ini juga ditujukan untuk melihat stok bahan pangan di sejumlah pasar.
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Dari hasil pantauan terdapat persoalan terkait kenaikan harga daging, namun untuk stok mencukupi. Terutama daging sapi dan ayam.
“Kita meninjau pasar dan distributor minyak goreng, memang ada persoalan yang kita temukan. Pertama, di Pasar Beringharjo kita temukan harga daging sapi dan harga daging ayam mengalami peningkatan padahal stoknya ada,” ujarnya.
Pihaknya meminta Kepala Dinas Perdagangan untuk mengundang pihak terkait terutama distributor daging. Guna mencari tahu penyebab kenaikan harga ini. Ia berharap ada kesepakatan bersama untuk memberikan harga normal dan wajar kepada konsumen.
Ia menjelaskan, harga daging ayam saat ini mengalami kenaikan dari Rp 35 ribu per Kg, menjadi Rp 38 ribu per kilogram. Sedangkan harga daging sapi dari Rp 125 ribu per Kg, dan harga ini sudah agak lama bertahan.
“Kami akan mencari tahu dari distributor terlebih dahulu penyebab terjadi kenaikan harga daging. Pedagang yang di pasar juga merasa kebingunan, karena mereka tidak kesulitan mencari barang kok harganya terus naik,” lanjutnya
Untuk komoditas minyak goreng, pihaknya menjelaskan bahwa terdapat dua distributor minyak goreng di Kota Yogyakarta. Yakni di Jalan Bantul dan Kotagede. Sejak Januari 2022, Kota Yogyakarta hanya mendapat alokasi distribusi minyak goreng sebesar 50 persen dari kapasitas yang biasanya.
Dari 50 persen ini menurutnya, sebanyak 10 persen dialokasiakan untuk kepentingan masyarakat, 30 persen untuk pengecer dan 10 untuk UMKM. Pihaknya berencana akan terus mengadakan operasi pasar minimal dua kali selama bulan ramadhan ini.
“Ketika stok datang, maka akan dilakukan operasi pasar. Minimal dua kali selama bulan Ramadhan,” pungkasnya. (fif/bid)










