Oleh: Upik Emawati, S.Pd
Guru Bimbingan dan Konseling SMPN 3, Kec. Demak, Kab Demak
SETIAP manusia yang hidup di dunia tumbuh dan berkembang dengan berbagai perbedaan yang ada. Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan sekaligus kekurangan yang ada pada masing-masing diri, dengan maksud dan tujuan agar kita sebagai manusia bisa saling melengkapi. Begitu pula dengan adanya bakat dan minat yang kita miliki, Tuhan memberikan kepada setiap manusia berbeda.
Dalam aktivitas sehari-hari, istilah bakat seringkali diartikan secara berbeda-beda, seperti misalnya untuk menggambarkan kemampuan intelektual yang tinggi, minat yang menonjol, potensi, kemampuan yang diperoleh karena diturunkan dari orang tua dan lain-lain.
Bakat merupakan kemampuan tertentu yang dibawa seseorang sejak lahir. Bakat adalah suatu kondisi pada seseorang yang dengan suatu latihan khusus memungkinkannya mencapai suatu kecakapan, pengetahuan, dan keterampilan khusus. Misalnya kemampuan berbahasa, menyanyi, menari, dan lain sebagainya. Bakat akan muncul dan teraktualisasi bila ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan, untuk bisa merealisasikannya, bakat harus ditunjang dengan minat, latihan, pengetahuan dan pengalaman yang ada. Sebagai contoh, mungkin saja terjadi seseorang yang memiliki bakat tidak mengetahui dan tidak mengembangkan bakatnya tersebut dengan baik, sehingga menjadi bakat terpendam. Dengan tidak adanya faktor penunjang dan usaha untuk mengembangkannya maka lama kelamaan bakat tersebut akan hilang.
Minat menurut HIlgard dan Slameto adalah suatu proses yang tetap untuk memerhatikan dan memfokuskan diri pada sesuatu yang diminatinya dengan perasaan senang dan rasa puas. Minat dapat menjadi indikator dari kekuatan seseorang dalam suatu hal tertentu, dimana dia akan termotivasi untuk mempelajarinya dan menunjukkan kinerja yang tinggi. Bakat akan sulit berkembang dengan baik apabila tidak diawali dengan minat pada bidang yang akan ditekuni.
Banyak orang beranggapan bahwa minat dan bakat seseorang akan menentukan kesuksesan karir seseorang. Mengembangkan bakat dan minat bertujuan agar seseorang belajar atau di kemudian hari dapat bekerja di bidang yang diminatinya, mereka bisa mengembangkan kapabilitas untuk belajar serta bekerja secara optimal dengan penuh antusias sehingga kesuksesan akan mudah diraih.
Minat dan bakat berpengaruh terhadap kesuksesan karir seseorang. Hal ini dapat diartikan bahwa jika seseorang dapat memilih dan menyesuaikan pekerjaan sesuai dengan bakat dan minatnya maka seseorang tersebut akan menjalaninya dengan senang hati tanpa merasa terbebani, sehingga akan membuat seseorang mempunyai semangat kerja yang tinggi dan kepuasan kerja akan tercapai. Sebaliknya jika seseorang individu yang dipaksa atau terpaksa bekerja tidak sesuai dengan bakat dan minatnya akan menimbulkan kelesuan dalam bekerja, semangat kerja rendah, ketidak percayaan pada diri sendiri, banyak membuat kesalahan, dan menimbulkan frustasi bagi individu yang bersangkutan, sehingga bekerja tidak maksimal dan menghambat seseorang dalam meraih kesuksesannya.
Dengan menyertakan minat dan bakat di dalam pemilihan suatu pekerjaan akan memberikan pengaruh positif terhadap kesuksesan karir seseorang. Jadi, dengan kata lain minat dan bakat bukanlah penentu masa depan seseorang, tetapi bakat dan minat akan mempengaruhi kesuksesan seseorang dalam berkarir dan meraih masa depannya. (*)








