PERNAH tampil menjadi model di hadapan Bupati merupakan pengalaman yang tidak akan dilupakan Siti Aisyah (21). Dia pernah tampil memamerkan busana serta riasan wajah di sebuah acara di Pendopo Kabupaten Pati.
Perempuan asal Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati ini mencerikan, sebetulnya ia tidak memiliki pengalaman lebih di dunia modelling. Saat ia ditawari di sebuah acara jadi model, baginya hanya untuk mengisi waktu luang di tengah-tengah kesibukan.
“Tidak mengganggu kerja saya dan ada waktu saya bisa, saya mau, bisa buat pengalaman. Buat kita makin punya banyak temen juga,” ucapnya, Rabu (13/4).
Saat hendak tampil di hadapan bupati, ia mengaku masih dibayangi rasa kurang percaya diri. Akan tetapi setelah sudah pentas ia mampu mengatasinya dengan baik. Sehingga dirinya puas setelah tampil dalam acara balutan busana tradisional tersebut.
“Senang bisa ikut acara itu. Cuma pertama kurang percaya diri. Pas mau maju, mikir, aku bisa enggak ya. Jadi takutnya, yang namanya orang grogi bisa eror atau ngapa-ngapain gitu,” ungkapnya.
Saat ditanya terkait keinginannya ke depan sebagai model, ia tak serius memprioritaskan aktivitas yang familiar dengan melenggang di catwalk tersebut. Pasalnya, sebetulnya dirinya merupakan lulusan bidan.
Baginya, ketika memang ada tawaran dan tidak mengganggu pekerjaannya, ia juga tidak merasa keberatan. Walaupun melenceng dari keinginannya, menjadi model baginya adalah pengalaman berharga yang perlu dipelajari.
Gadis lulusan STIKES Semarang itu menjelaskan, dirinya saat ini sedang mempersiapkan diri sebagai bidan di salah satu Puskesmas. Dirinya berharap kesempatan menjadi model bisa seterusnya menjadi sampingan.
“Model sebenarnya bukan aku banget. Aku kan seorang bidan, tapi semoga ini bisa jadi sampingan,” ucapnya. (cr7/gih)










