Oleh: Sudibyo, S.Pd.SD
Guru SDN Ambokulon, Kec. Comal, Kab. Pemalang
KEBERHASILAN proses belajar mengajar di kelas dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi kemampuan intelegensi siswa, kualitas dan profesionalisme guru, bahan ajar yang digunakan, hingga media pembelajaran yang digunakan. Pemilihan metode belajar yang tepat dan lingkungan memiliki pengaruh besar dalam menumbuhkembangkan siswa. Salah satu faktor yang dominan yang menjadi pemicu kurang berhasilnya proses pembelajaran adalah minimnya media pembelajaran. Di sisi lain, siswa dituntut harus hafal, paham, dan menguasai materi yang dipelajarinya. Hal tersebut dialami siswa kelas VI SD Negeri Ambokulon, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang dalam belajar muatan pelajaran IPS, materi identitas Negara-negara ASEAN. Banyaknya materi menuntut siswa untuk menghafal membuat muatan pelajaran IPS sangat membosankan. Pembelajaran IPS akan semakin membosankan, manakala dilaksanakan dengan metode dan media yang tidak menarik. Dengan demikian perlu kreativitas dari guru agar belajar IPS menjadi lebih menyenangkan.
Hampir setiap orang senang dengan permainan. Bentuk permainan pun sangat bermacam-macam, salah satunya adalah dengan bermain kartu. Dalam bermain kartu, alat yang dibutuhkan tentunya adalah kartu. Selain itu, permainan kartu membutuhkan banyak orang, sehingga membuat permainan ini menjadi lebih menarik. Lalu bagaimana permainan kartu dapat meningkatkan motivasi belajar IPS materi identitas negara-negara ASEAN.
Bermain kartu bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran agar lebih menarik. Langkah-langkah pembelajaran menggunakan kartu adalah pertama, sebelum proses belajar mengajar siapkan dahulu materi yang akan disampaikan ke siswa. Misalnya dalam menyampaikan materi identitas negara-negara ASEAN, guru mempersiapkan kertas yang cukup tebal yang kemudian dipotong-potong dengan ukuran yang sama, misalnya ukuran 8 x 10 cm. Usahakan kertas yang dipakai adalah kertas yang berwarna menarik. Kartu-kartu tersebut kemudian diisi dengan identitas negara-negara ASEAN. Pilih identitas-identitas yang utama saja, misal guru mengambil empat identitas ibu kota negara, bentuk negara/pemerintahan, mata uang dan bendera negara. Akan lebih menarik lagi bila isian identitas dalam bentuk gambar yang disertai dengan keterangan.
Langkah selanjutnya pada saat proses pembelajaran, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok minimal 3 siswa dan maksimal 5 siswa. Pengaturan tempat duduk dibuat melingkar, posisi guru di tengah untuk membagikan kartu dan mengatur jalannya permainan. Tugas setiap kelompok adalah mengumpulkan empat kartu yang merupakan identitas salah satu negara-negara ASEAN. Setelah semua siap, tiap kelompok mendapatkan empat kartu secara acak. Kemudian tiap kelompok berdiskusi untuk menentukan identitas negara mana yang akan dipilih. Kartu yang masih tersisa diletakkan di tengah dalam posisi tertutup dalam satu tumpukan. Selanjutnya kelompok satu mengambil satu kartu yang masih tersisa yang berada di posisi paling atas dan membuang salah satu yang telah dimiliki, sehingga setiap kelompok tetap membawa empat kartu. Begitu seterusnya hingga semua kelompok berhasil mengumpulkan identitas negara-negara ASEAN. Untuk menambah semangat dalam permainan, sebelumnya perlu diinformasikan bahwa bagi kelompok yang berhasil mengumpulkan identitas salah satu negara ASEAN paling awal akan mendapatkan reward.
Dengan permainan seperti ini, siswa kelas VI SD Negeri Ambokulon lebih senang dan bersemangat dalam proses pembelajaran. Bila pembelajaran dilaksanakan dalam suasana yang menyenangkan, maka siswa lebih mudah untuk menyerap materi yang diajarkan. Bahkan tidak menutup kemungkinan, siswa akan termotivasi untuk mempelajari materi-materi selanjutnya karena adanya pengalaman belajar yang lebih menyenangkan. Maka, mari kita tingkatkan kemampuan sebagai guru untuk mengelola kelas dengan baik sehingga kesan muatan pelajaran IPS yang membosankan akan hilang. (*)








