Total Kebakaran di Bantul Capai 62 Kasus

SIGAP: Petugas pemadam kebakaran dengan tangkas berusaha memadamkan api, beberapa waktu lalu. (DOKUMENTASI ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Hingga Juni 2022 sudah ada 62 kejadian kebakaran di Kabupaten Bantul. Mayoritas kasus tersebut disebabkan oleh korsleting listrik.

Kepala Bidang Kebakaran dan Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Irawan Kurnianto memaparkan, dari 62 kejadian hingga bulan Juni 2022 tersebut, terdapat 21 kasus yang disebabkan oleh korsleting listrik. Kemudian tercatat 15 kasus kebakaran dikarenakan kelalaian pemilik rumah.

“Yang belum diketahui penyebabnya 10 kasus. Dikarenakan petasan 2 kasus,” ujarnya saat diwawancarai Joglo Jogja Rabu (6/7).

Sementara tiga kasus lainnya, lanjutnya, ikarenakan unsur kesengajaan. Serta disebabkan oleh kebocoran gas sebanyak 11 kejadian.

Lebih lanjut Irawan mengatakan, potensi kebakaran terjadi di hampir semua wilayah pemukiman yang dihuni masyarakat di Bumi Projotamansari. Sementara untuk kebakaran lahan biasanya terjadi di perbukitan seperti Kapanewon Imogiri dan Dlingo.

“Biasanya masyarakat sengaja membakar lahan karena hasilnya dibuat pupuk. Tetapi kalau tidak dijaga kan bisa merebak kemana-mana,” bebernya.

Terkait kerugian, pihaknya menuturkan, total kerugian akibat kebakaran di wilayah ini dalam WMK (Wilayah Manajemen Kebakaran) sejumlah Rp 487.650.000. Sementara total kerugian di wilayah Bantul diluar WMK adalah Rp 15.000.000.

Oleh karena itu, pihaknya  menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan waspada terutama dalam penggunaan peralatan rumah tangga. Pihaknya pun tengah membentuk relawan dan nantinya akan diberi pelatihan untuk membantu masyarakat.

“Lebih berhati-hati dan waspada terutama penggunaan peralatan rumah tangga yang berpotensi memicu bahaya kebakaran. Selalu menjaga lingkungan menghadapi musim kemarau yang berpotensi menimbulkan kebakaran lahan,” jelasnya.(ers/ziz)