Delapan Bahan Pangan Pokok Dapat Subsidi

DAGANGAN: Salah satu pedagang kebutuhan pokok di salah satu pasar di Jawa Tengan sedang menjajakan dagangannya, beberapa waktu lalu. (ANTARA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan subsidi pada harga pangan pokok strategis. Yakni dengan memfasilitasi distribusi sebagai bentuk intervensi untuk menstabilkan harga di pasaran.

“Fasilitasi distribusi yang kami lakukan adalah dengan menyubsidi terkait proses transportasi, bongkar muat, dan packing,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Dyah Lukisari.

Ia menjelaskan fasilitasi distribusi dilakukan untuk delapan pangan pokok strategis. Diantaranya cabai, bawang, beras, telur, gula, minyak, sayur, dan jagung, serta daging sapi. Total fasilitasi distribusi yang telah dilakukan mencapai 1.308.596 kilogram.

Delapan komoditas pangan pokok strategis itu, lanjut dia, disalurkan pada beberapa kota yang mengalami kenaikan harga yang tinggi. Antara lain Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Temanggung, dan peternak ayam di Kabupaten Kendal.

“Dengan upaya itu, petani tidak dirugikan. Karena pembelian sesuai dengan harga berlaku di pasaran. Sedangkan konsumen tidak dicekik harga terlalu mahal sebab biaya distribusi telah terpangkas,” ujarnya.

Menurut dia, Dishanpan Jateng akan melakukan kerja sama dengan BUMD untuk menyalurkan produk pangan strategis ke konsumen. Melalui fasilitasi distribusi agar bisa memotong rantai distribusi.

“Ini akan terus kami lakukan. Sumber anggaran kami selain dari APBD juga dari pusat dalam hal ini Badan Pangan Nasional. Karena kadang kita mengambil harga pangan pokok strategis dari luar provinsi,” katanya.

Selain fasilitasi distribusi, Dishanpan Jateng juga melakukan operasi pasar. Terakhir operasi pasar yang dilakukan bekerja sama dengan beberapa pihak. Total ada 85.000 kilogram komoditas berupa cabai, bawang merah, dan jagung yang intervensi pembeliannya oleh Pemprov Jateng.

“Subsidi yang bekerja sama dengan Bank Jateng dan CMJT dilaksanakan di lima titik yang menjadi pantauan barometer inflasi. Yakni di Kota Semarang, Cilacap, Banyumas, Kota Tegal, dan Kota Surakarta. Ini dilakukan untuk stabilisasi pasokan supaya harga bisa turun. Karena sekarang harganya sudah melebihi acuan pemerintah,” ujarnya.

Data Dishanpan Jateng, ketersediaan pangan pokok strategis di Jateng memang berlimpah. Seperti beras yang ketersediaannya mencapai 6.395.305 ton, sedangkan kebutuhannya 4.556.070 ton. Kemudian bawang merah tersedia 282.116 ton sedangkan kebutuhannya 178.962 ton. Begitu pula ketersediaan cabai besar yang mencapai 185.343 ton dan cabai rawit 207.120 ton. (ara/fat)