KUDUS, Joglo Jateng – Konsultan dari Regional Green Committee (rGLC) World Health Organisation (WHO) berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmonohadi, Kamis (28/7/2022). Kedatangan mereka karena, Kabupaten Kudus menjadi salah satu pilot project untuk penagananan Tuberkulosis (TB) Multi Drug Resistant (MDR).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Andini Aridewi menjelaskan, kunjungan tersebut ditujukan untuk melakukan monitoring dan evaluasi program Manajemen Terpadu Pengendalian TB Resistan Obat (MTPTPRO) guna meningkatkan pelayanan TB.
“Dimulai dari sistem pelayanannya, alurnya, pemeriksaan laboratoriumnya, edukasi, konseling, pencatata,n rekam medis. Semuanya di monitoring untuk evaluasi dengan penyesuaian standar dari kemenkes dan WHO,” ujarnya.
Evaluasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kualitas pelayanan penanganan kasus TB. Sehingga diharapkan bisa meningkatkan kualitasnya sehingga semua pasien dapat ditangani sampai sembuh. Tahapan kesesuaian dengan standar mutu yang ada untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
“Dengan menemukan kasus sedini mungkin, dengan penanganan yang tepat. Jadi tingkat kesembuhannya tinggi. Penanganan TB di Kudus sudah cukup baik dan tingkat kesembuhan juga cukup tinggi, kemarin diapresiasi oleh WHO,” terangnya.
Sementara itu, goal standar penegakan diagnosis TB menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM). Di Kabupaten Kudus, tes tersebut sudah ada dibeberapa titik. Diantaranya RSUD Loekmonohadi, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Jekulo, puskesmas Gribig, puskesmas kaliwungu.
“Jadi ada empat titik TCM di Kudus. di RSUD sendiri punya dua alat TCM untuk penegakan diagnosis,” imbuhnya. (cr1/fat)










