PATI, Joglo Jateng – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk mengedepankan investasi di bidang pertanian. Menanggapi hal itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pati menyatakan bahwa investasi sektor pertanian bersifat berorangan.
Anggota Komisi B DPRD Pati, Sukarno mengatakan, pihak eksekutif perlu mengedepankan investasi dari sektor pertanian di Pati. Dengan demikian, Sumber Daya Alam (SDA) yang ada dapat dimanfaatkan secara baik.
“Kalau memang ada investasi yang berbasis pertanian. Jadi itu sebagai plasmanya. Kabupaten Pati ini sumber daya alamnya bagus,” kata Sukarno, belum lama ini.
Tak hanya itu, pihaknya juga menyinggung industri yang tidak cocok dengan iklim lingkungan. “Larinya industrialisasi yang tidak mengeluarkan karbon terlalu banyak. Tapi berkaitan dengan lingkungan tidak di singgung sama sekali. Yang jelas, potensi sumber daya alam harus back to nature,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Pati, Riyoso mengatakan, investasi di bidang pertanian tercatat secara individu. Sedangkan investasi yang pihaknya terapkan berbeda.
“Investasi di bidang pertanian kebanyakan perorangan, mencatatnya dia tidak investasi. Investasi versi kita dari nilai dia menanamkan modal beli tanah, konstruksi bangunan, dan mesinnya. Kalau dari sektor pertanian itu menggunakan lahan petani, terus yang investasi kan paling modal kerja,” ungkapnya, belum lama ini.
Pihaknya menilai bahwa investasi tepat yakni bersumber dari modal tetap. Dalam pengertian, aset yang bisa menghasilkan bahan, menghasilkan barang atau jasa yang bisa produktif.
“Versi pemahaman instansi memang banyak versi. Kalau saya mencatatnya dari nilai dia beli mesin, bangunan, modal kerja membayar gaji karyawan, beli bahan baku, tapi kita tidak memasukkan dalam nilai investasi. Kita mengambil versi yang modal tetap dan ada yang berpersepsi modal kerja investasi,” tutupnya. (lut/abd)










