PENAJAM, Joglo Jateng– Banjir menggenangi 135 rumah warga di lima desa/kelurahan di dua kecamatan di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Banjir menggenangi daerah tersebut terhitung sejak Kamis (25/8), dini hari.
Pelaksana Harian Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, I Gusti Putu Agus Dharma mengatakan, tinggi muka air (TMA) mencapai 5 hingga satu meter. “TMA di masing-masing lokasi berbeda. Namun secara umum di dalam rumah antara 5 sampai 30 cm, sedangkan TMA di halaman rumah antara 20 cm hingga satu meter,” katanya.
Menurut data dari BPBD, banjir terjadi di wilayah Kelurahan Lawe-Lawe, Nipah-Nipah, Sungai Parit, dan Nenang di Kecamatan Penajam. Selain itu juga terjadi di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru. Berdasarkan informasi yang diberikan, diketahui bahwa banjir yang terjadi di Kelurahan Lawe-Lawe terjadi sejak sekitar pukul 06.30 WITA. Banjir tersebut juga menyebabkan 49 rumah tergenang.
Sementara itu, banjir yang menggenangi permukiman warga di Kelurahan Sungai Parit terjadi sejak pukul 00.30 WITA. Jumlah rumah yang tergenang sebanyak 45 unit, terdiridari 20 unit rumah di RT 05 dan 25 rumah di RT 06.
Selain itu, banjir juga menggenangi 26 rumah di lingkungan RT 04 Kelurahan Nenang. Masing-masing tiga rumah di lingkungan RT 01 dan RT 03 Kelurahan Nipah-Nipah. Kemudian tujuh rumah di RT 06 dan dua rumah di RT 15 di Desa Bangun Mulya.
“Kami masih berjaga di lima desa/kelurahan yang terdampak banjir. Petugas bersama kepolisian, Babinsa, dan sejumlah pihak juga membantu mengevakuasi warga yang membutuhkan bantuan,” kata Gusti.
Ia juga menjelaskan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu (24/8), telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan. Mulai dari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, dan dapat disertai petir di wilayah Kecamatan Penajam. (ara/mg2)










