Kudus  

Gedung Baru Museum Patiayam Tahap pembuatan Pondasi

PROSES: Suasana pembangunan gedung baru museum patiayam di Terban, Kudus, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng– Pembangunan gedung baru Museum Purbakala Patiayam akhirnya berjalan. Progres pembangunan gedung baru tersebut telah mencapai pembangunan pondasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah menjelaskan, pembuatan master plan gedung baru Museum Patiayam telah dilakukan sejak 2018 lalu. Namun, dengan adanya berbagai kendala seperti pandemi Covid-19, maka anggaran menjadi terbatas.

“Pembangunan gedung pemerintahan tidak bisa serta merta langsung dibangun. Memerlukan proses yang cukup panjang. Alhamdulillah tahun ini dapat anggaran lebih, sehingga pembangunan bisa terealisasikan,” terangnya.

Karena pembangunan gedung baru tersebut memerlukan dana diatas Rp 200 juta. Maka dibutuhkan proses lelang juga. Dan proses lelang tersebut memakan waktu sekitar satu bulan, antara Juli hingga Agustus. Selanjutnya pembangunan secara fisik dimulai pada Kamis (18/8) lalu.

“Selama hampir satu bulan ini, pembangunan terpantau sesuai dengan jadwal dan lancar. Pembangunan tersebut disediakan dana total sekitar Rp 2 miliar, termasuk konsultan perencana dan konsultan pengawas,” ungkapnya.

Saat ini, pembangunan gedung baru tersebut telah mencapai pembangunan pondasi. Untuk museum ini dilakukan sistem pembangunan yang berbeda. Karena tanah disana merupakan tanah gerak. Nantinya, gedung baru tersebut akan disamakan bentuknya dengan gedung lama. Luas dan tingginya pun sama.

“Untuk latai satu gedung lama dan gedung baru akan difungsikan sebagai ruang pameran. Sedang dilantai dua gedung lama difungsikan untuk lab, dan lantai dua gedung baru untuk storage. Antar lab dan storage nanti akan ada penghubungnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum dan Taman Budaya Kudus Yusron menjelaskan, pembangunan itu didasarkan atas keinginan Pemkab Kudus bersama Disbudpar untuk mengembangkan Museum Patiayam. Pembangunan juga didasarkan atas temuan yang terus bertambah seiring waktu.

“Temuannya terus bertambah seiring waktu, sedang museumnya terbilang kecil. Apalagi dikala musim hujan, temuan fosil menjadi banyak. Sehingga kami kesulitan menempatkan fosil di museum,” terangnya.

Pihaknya menyampaikan rasa syukurnya atas terealisasinya pembangunan gedung baru museum patiayam pada tahun ini. Pihaknya juga berharap, kedepannya museum patiayam akan semakin lengkap fasilitasnya, seperti fasilitas penunjang yang saat ini belum dilakukan pengadaan.

“Fasilitas penunjang di museum patiayam belum lengkap. Misalnya seperti musholla, taman bermain untuk anak-anak, parkir yang memadai. Semoga kedepannya diadakan dan museum patiayam semakin inovatif,” tuturnya. (cr1/fat)