Blora  

Dewan Dorong Pelaku UMKM Paham Teknologi

SUASANA: Anggota DPR RI Marwan Jafar saat menghadiri acara pelatihan pengemasan makanan bagi UMKM di Puri Kelorina, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Sabtu (17/9). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

BlORA, Joglo Jateng – Anggota DPR RI mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Blora supaya paham teknologi. Hal itu disampaikan saat menghadiri acara pelatihan pengemasan makanan bagi UMKM di Puri Kelorina, Kecamatan Kunduran, Blora, akhir pekan lalu.

Anggota DPR RI Marwan Jafar mengungkapkan bahwa tatanan jual-beli berubah semenjak merebaknya pandemi Covid-19. Pasalnya, saat ini masyarakat cenderung lebih memilih belanja online ketimbang datang langsung ke toko.

“Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal. Termasuk perilaku dan gaya hidup masyarakat. Karena, saat ini  masayarakat lebih menyukai berbelanja secara daring,” kata Marwan.

Dia menuturkan, perubahan itu dapat dilihat dari banyaknya produsen barang ataupun toko-toko di pusat perbelanjaan yang tutup. Salah satu pemincunya lantaran kalah bersaing dan kalah cepat menjual barang dengan pelaku usaha yang berjualan secara daring.

Sebab itulah, ia meminta para pelaku untuk belajar pemasaran secara daring. Di antaranya dengan meminta pelatihan terhadap Dinas UMKM setempat atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun perguruan tinggi yang peduli terhadap pelaku usaha kecil.

“Tidak ada alasan untuk tidak mau belajar soal teknologi informasi. Karena bagi pelaku UMKM yang sudah berusia tua bisa meminta bantuan anak atau saudara terdekat yang usianya lebih muda dan lebih memahami soal teknologi informasi,” terangnya.

Tak hanya itu, Marwan juga meminta para UMKM untuk meningkatkan kualitas kemasan produk. Soalnya, hal itu sangat penting untuk mengait minat konsumen sehingga dapat meningkatkan penjualan produk.

Mengingat, para pelaku UMKM saat ini bisa memasarkan produknya melalui perdagangan elektronik atau e-commerce. Apalagi, produk-produk kuliner sekarang cukup dilirik pasar.

“Berdasarkan data produksi nasional, sektor kuliner masih terbukti memberikan kontribusi terbesar bagi sektor ekonomi produktif maupun ekonomi kreatif,” imbuhnya. (lut/fat)