PATI, Joglo Jateng – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati bakal mencermati Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2023. Sehingga, bila ada isi rancangan yang tidak terlalu prioritas akan digeser.
Ketua DPRD Pati Ali Badruddin mengatakan, RAPBD yang disampaikan oleh Pj Bupati Pati akan ditindaklanjuti dewan. Yakni akan dilaksanakan pembahasan di Badan Anggaran bulan depan.
“Waktu pembahasan di Banggar kita menunggu penjadwalan bulan November 2022. Semua APBD yang ada di Kabupaten Pati ini dibahas,” kata Ali.
Pihak menegaskan akan melihat cermat isi RAPBD yang telah disampaikan oleh Pj Bupati Pati. Pihaknya akan mementingkan hal yang perlu diprioritaskan. Dia mencontohkan seperti kerusakan infastruktur di Kecamatan Kayen.
“Sudah masuk di RAPBD, tapi tidak menjadi skala prioritas. Misal saja jalan didepan Rumah Sakit Kayen yang selalu banjir dan rusak terus itu. Sehingga perlu menjadi target skala prioritas,” ujarnya.
Lebih lanjutnya, dewan akan memprioritaskan kebutuhan yang bersifat urgen. Jadi, pihaknya akan mengeser poin-poin yang dirasa tidak sesuai kebutuhan saat ini.
“Ketika ada orang mau berobat, kemudian disitu (Kayen) jalannya kena banjir terus rusak, itu harus di beton jadi butuh anggaran. Itu harus kita masukkan karena menyangkut darurat orang mau berobat. Jadi masih bisa kita lakukan pengeseran,” tegasnya.
Dirinya juga telah membicarakan hal itu bersama Pj Bupati Pati. Sehingga nantinya akan dicarikan solusi bilamana sudah tidak ada keluar untuk peruntukan anggaran. “Kita juga sudah berkoordinasi dengan Pj Bupati Pati. Andai pun di Kabupaten Pati anggarannya sudah mentok, akan dicarikan di provinsi,” tandas Ali. (lut/fat)










