Pati  

Olah Sendiri Hasil Pertanian Lokal

FOTO BERSAMA: Ibu-ibu yang tergabung dalam KWT Lumintu, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PULUHAN ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Lumintu memiliki semangat yang luar biasa. Mereka memanfaatkan hasil pertanian lokal menjadi bahan makanan ringan yang memiliki nilai jual.

Kelompok ini berada di Desa Banyuurip, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati yang terbentuk pada 2011 silam. Mereka yang tergabung dalam KWT Lumintu mempunyai tugas masing-masing dalam mengembangkan potensi hasil pertanian.

“Anggota KWT yang tidak memiliki usaha diberikan tugas untuk pemasaran. Anggota kelompok sekarang ada 36 orang. Kalau yang punya usaha ada 3 orang,” kata Ketua KWT Berkah Lumintu Sri Ratnawati, belum lama ini.

Usaha yang  berbasis kelompok tersebut, saat ini sedang menyasar pasar lokal Pati saja. Meski sebelum adanya pandemi Covid-19, produk-produknya telah menembus sejumlah daerah lain.

“Pasar saat ini baru lokalan saja. Namun sebelum muncul pandemi, penjualan dulu online hingga keluar luar kota. Dari mulai Purwodadi, Kudus, Demak serta Semarang,” kata Sri.

KWT Lumintu fokus mengambil bahan makanan ringan dari hasil pertanian warga lokal Desa Banyuurip. Mulai dari ketela, pisang dan juga talas. Sedangkan harga jual produknya dipatok di angka Rp 50 ribu per kilogram.

“Hasil petani dibuat menjadi produk olahan criping. Dalam waktu sehari, bisa memproduksi makanan ringan kurang lebih sebanyak 10 kilo lebih. Dari mulai dari satu bungkus berisi setengah kilo dan seperempat kilo,” imbuhnya.

Dirinya berharap, penyerapan produknya tersebut bisa lancar, sehingga bisa menembus daerah lain lagi. Terlebih, saat ini mereka masih mengeluhkan terkait kesulitan pupuk untuk ketela.

“Pupuk untuk ketela mahal, karena sudah tidak disubsidi dari pemerintah. Akan tetapi, petani itu pantang menyerah. Meskipun bisa pakai pupuk kandang, tapi terkadang juga perlu pupuk non subsidi,” pungkasnya. (lut)