KUDUS, Joglo Jateng – Persiapan menuju Kabupaten Kota Sehat (KKS) terus dilakukan Kabupaten Kudus. KKS merupakan suatu kondisi kabupaten atau kota yang bersih, aman, nyaman, dan sehat bagi penduduknya.
Ketua Tim Teknis KKS Kudus Nuryanto menjelaskan, penilaian KKS dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) setiap dua tahun sekali. Yakni pada tahun ganjil.
Pihaknya menyatakan, hal yang utama dalam KKS ialah pemberdayaan, semua tatanan yang ada harus di berdayakan supaya bisa mandiri. Harapannya, semua elemen masyarakat di Kudus dapat bekerjasama, ikut serta dan berperan aktif dalam program KKS demi mewujudkan kota yang sehat.
Untuk Kabupaten Kudus sendiri dalam persiapannya telah melakukan persiapan sampai 98%. Namun karena ada beberapa perubahan, akhirnya persiapan membutuhkan waktu lagi.
“Waktu itu sudah berproses 98% kita. Tapi ternyata ada SE dari Dirjen Bagda Kementerian dalam negeri bahwa untuk indikator pendukung dan pokok dipersempit. Dulu tidak ada narasi dan dokumentasinya, sekarang harus ada,” paparnya.
Pihaknya tetap mengusahakan yang terbaik bagi kebaikan Kudus dan masyarakatnya. Pihaknya telah melangkahkan kaki untuk persiapan KKS, mulai dari sosialisasi ke sembilan kecamatan dan beberapa desa terkait pembentukan KKS di tingkat desa.
Penilaian KKS terdiri dari dua tahapan, pengiriman data beserta visitasi atau pengecekan langsung. Data-data tersebut akan dicek apakah sesuai dengan pengaplikasiannya di masyarakat ataukah tidak. Sebelum dilakukan penilaian, ada beberapa proses yang harus dijalani untuk penyelenggaraan KKS.
“Apabila lolos, nanti dikirim ke Pusat. September-Oktober ada penilaian dari tingkat pusat yang datang ke Kudus. Dan pengumumannya tanggal 12 November mendatang pas Hari Kesehatan Nasional,” ungkap Nuryanto.
Penghargaan KKS bernama Swasti Saba, terdapat tiga kriteria penghargaan swasti saba dengan kualifikasi yang berbeda-beda. Meliputi, swasti saba padapa yang berkualifikasi pemantapan, swasti saba wiwerda dengan kualifikasi pembinaan, swasti saba wistara untuk kualifikasi pengembangan.
“Di Jawa Tengah, untuk sekarang hanya Semarang yang mendapat swasti saba wistara. Sedangkan untuk penghargaan swasti saba padapa ada Tegal dan Boyolali,” paparnya beberapa waktu lalu. (mey/fat)










