Oleh: Sudibyo, S.Pd.SD
Guru SDN Ambokulon, Kec. Comal, Kab Pemalang
MATEMATIKA merupakan ilmu yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, matematika diajarkan di semua jenjang pendidikan. Pada jenjang sekolah dasar, pembelajaran matematika sangatlah penting karena jenjang ini merupakan landasan yang sangat menentukan pembentukan sikap, kepribadian, dan kecerdasan anak. Pendidikan matematika di sekolah dasar menuntut guru untuk lebih kreatif dalam proses pembelajaran. Karena matematika merupakan pelajaran yang kurang diminati siswa.
Salah satu penyebab rendahnya minat siswa terhadap pelajaran matematika adalah karena matematika dianggap pelajaran yang sulit dipahami. Oleh sebab itu dalam pembelajaran matematika, guru harus selalu berusaha menerapakan metode maupun model yang cocok untuk diterapkan. Dalam matematika terdapat berbagai macam cabang ilmu antara lain yang berkaitan dengan teori bilangan.
Bilangan pecahan merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan rasional. Bilangan pecahan sering menjadi menjadi masalah bagi sebagian besar siswa. Berdasarkan pernyataan di atas, maka diberikan suatu solusi berupa metode permainan yang dianggap cocok atau tepat untuk menyelesaiakan permasalahan tersebut. Metode permainan dianggap sebagai bentuk solusi dengan metode yang efektif, menarik, dan interaktif untuk membangun dan menguatkan penguasaan dan penanaman konsep, prinsip atau prosedur matematika pada peserta didik.
Salah satu metode yang menjadi salah satu alternatif adalah metode permainan ular tangga matematika. Metode permainan ini mengajak peserta didik untuk dapat melatih daya ingat dan kemampuan berpikir kritis. Metode ini merupakan penyajian materi dan latihan yang dibuat menyenangkan sehingga peserta didik tertarik dan dapat memfokuskan energi pada pembelajaran.
Ular tangga merupakan salah satu permainan tradisional yang telah lama dikenal. Menurut Wandini dan Sinaga (2019), permainan ular tangga merupakan permainan papan yang dapat dimainkan oleh dua orang atau lebih yang setiap pemainnya memiliki bidak dan peluang melempar dadu. Media ular tangga matematika dapat membantu peserta didik dalam membangun penguasaan konsep, prinsip, maupun prosedur yang dimainkan secara berkelompok atau berpasangan.
Sebelum memulai permainan ular tangga matematika, peserta didik dikumpulkan dalam sebuah kelompok yang beranggotakan tiga sampai lima siswa. Setiap kelompok akan diberikan alas atau papan ular tangga matematika, pion, dan setumpuk kartu pertanyaan. Kartu pertanyaan memuat petanyaan yang berkaitan dengan konsep, prinsip, atau prosedur yang memuat bilangan pecahan.
Kartu pecahan dapat dapat diberikan kepada pemain yang berada pada kolom yang memuat gambar tanda tanya atau orang yang sedang merenung atau berfikir. Permainan ini pada dasarnya sama dengan permainan ular tangga pada umumnya. Hanya saja ada beberapa hal yang sedikit berbeda dengan penambahan kolom–kolom tertentu. Permainan ini diawali dengan menentukan giliran permainan, kemudian mengocok dadu dan selanjutnya melanjutkan pion sesuai dengan angka pada dadu.
Setiap pemain bergiliran menjalankan pion pada papan ular tangga. Permainan ini berlanjut hingga salah seorang peserta dapat menempati kolom pada angka 100. Permainan ini sendiri bertujuan untuk melatih daya pikir, ketelitian, dan kreativitas peserta didik. Khususnya pada pelajaran matematika.
Kelebihan metode permainan ular tangga adalah siswa menjadi senang karena terlibat langsung dalam permainan. Selain itu sangat fleksibel, karena dapat menyesuaikan dengan materi yang diajarkan, dapat mengembangkan komunikasi dan interaksi siswa satu sama yang lain. Sedangkan kelemahannya antara lain permainan ular tangga membutuhkan tempat yang luas agar siswa lebih leluasa saat melakukan permainan.
Bagi siwa yang kurang memahami materi akan kesulitan dalam bermain dan membutuhkan waktu yang lama. Dari kelebihan dan kelemahan media ular tangga, tetaplah membantu siswa kelas VI SDN Ambokulon dalam belajar matematika. Siswa juga memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan. (*)








