“Ngopi bareng” Warnai Peringatan Hari Kopi Sedunia Di Temanggung

Hari Kopi Sedunia
Sejumlah pegiat kopi di Kacamatan Gemawang Kabupaten Temanggung memperingati Hari Kopi Sedunia dengan "ngopi bareng" atau minum kopi bersama-sama di kebun kopi. (ANTARA/ JOGLO JATENG)

TEMANGGUNG – Peringatan Hari Kopi Sedunia di Kabupaten Temanggung, Jumat, diwarnai kegiatan “ngopi bareng” atau minum kopi bersama para pegiat kopi dan sejumlah pejabat daerah setempat di Kebun Kopi Setundan Desa Kalibanger, Kecamatan Gemawang.

Kegiatan “ngopi bareng” di Kebun Kopi Setundan dengan suguhan makanan tradisional, seperti kacang dan ketela rebus tersebut, juga diisi dengan diskusi berkaitan dengan masalah kopi.

Hadir dalam kegiatan itu, antara lain Camat Gemawang Marlini Siregar, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Joko Budi Nuryanto, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Sri Hariyanto, dan Bupati Temanggung M. Al Khadziq.

Baca juga:  Dukung Sudaryono Maju Pilgub Jateng, Emak-emak di Temanggung Deklarasi

Camat Gemawang Marlini Siregar mengatakan acara “ngopi bareng” salah satu kegiatan yang diharapkan bisa meningkatkan produk kopi lokal Temanggung.

“Hari ini sekalian memperingati Hari Kopi Sedunia yang berlangsung 1 Oktober kemarin. Kegiatan ini juga dalam rangka menyukseskan program Jumat Ngopi, hari ini kita budayakan kembali di Kecamatan Gemawang,” katanya.

Ia menuturkan dalam kegiatan ini hadir komunitas-komunitas kopi terbaik di Kecamatan Gemawang, yang berjumlah sembilan komunitas kopi.

“Kegiatan ini juga diharapkan nantinya bisa meningkatkan produk lokal di Kecamatan Gemawang khususnya dan Kabupaten Temanggung pada umumnya, supaya produk lokal Gemawang bisa dipasarkan lebih luas lagi,” katanya.

Baca juga:  Bappeda Gelar Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan di Jateng

Bupati Temanggung M. Al Khadziq mengatakan acara Jumat Ngopi sementara waktu sejak pandemi corona tidak dilaksanakan, dulu sudah dilaksanakan dan mulai ramai di Temanggung.

“Dulu sudah mulai semangat di mana-mana setiap hari Jumat kantor-kantor membuat acara ngopi bareng, sekolah-sekolah gurunya juga ngopi bareng, bank-bank pemerintah dan swasta setiap Jumat sudah mulai ngopi bareng, bahkan Bank Jateng setiap Jumat pagi ada kopi gratis buat setiap orang yang datang ke bank tersebut,” katanya.

Namun, di masa pandemi COVID-19 ini semua kegiatan ngopi bareng dihentikan karena harus menerapkan protokol kesehatan, terutama jaga jarak.

Baca juga:  Bappeda Gelar Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan di Jateng

“Ketika COVID-19 agak mulai mereda, kita mulai lagi bergeliat promosi kopi Temanggung dengan meneruskan kegiatan Jumat wajib ngopi dengan tetap menaati protokol kesehatan,” katanya.

Namun, dia berpesan kepada masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, karena akhir-akhir ini kasus COVID-19 di Kabupaten Temanggung cenderung naik lagi.

“Di Kabupaten Temanggung kemarin yang positif COVID-19 ada 92 orang, angka tersebut termasuk kecil dibanding kabupaten lain di Jateng ini ada yang sampai 600 kasus. Meskipun 92 kasus ini angka masih kecil kita tetap harus waspada,” katanya.(ara/rds)