Puluhan Warga Kota Semarang Dihukum Berdoa di Makam Korban Covid-19

makam korban Covid-19
KHUSYUK: Puluhan warga Kota Semarang disanksi berdoa di makam korban Covid-19 di belakang area sirkuit Mijen, Selasa (27/10). (SIGIT AF/ JOGLO JATENG)

SEMARANG – Puluhan warga Kota Semarang yang tak pakai masker dan melintas di jalan raya depan Kantor Kecamatan Mijen mendapat hukuman sanksi sosial dari Satpol PP Kota Semarang. Uniknya, kali ini puluhan warga itu diajak berdoa di komplek makam khusus korban Covid-19.

Mereka sendiri terjaring ketika berkendara tak pakai masker. Selanjutnya mereka menjalani pendataan oleh penyidik Satpol PP hingga mereka disuruh naik ke mobil patroli untuk digiring ke kompleks makam yang berada di belakang area sirkuit Mijen.

Dari pantauan di lapangan, mereka berdoa dipandu oleh seorang petugas Satpol PP. Petugas tersebut melantunkan Tahlil. Para pelanggar pun terpantau tak ada yang marah ketika diajak berdoa di komplek makam. Mereka malah tampak khusyuk.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, sanksi itu sengaja dipilih agar para pelanggar mensyukuri anugerah kehidupan yang diberika Tuhan hingga hari ini. “Kalau meninggal karena Corona itu tentu tidak enak. Maka mari kita tertib pakai masker dan patuh protokol kesehatan selagi masih hidup,” kata Fajar, kemarin.

Fajar menambahkan, ia sendiri pernah terpapar Covid-19 dan berhasil sembuh. Oleh karena itu pihaknya mengajak para pelanggar agar di kemudian hari lebih tertib dan mensyukuri kehidupan.

Dia menjelaskan, mestinya masyarakat memiliki kesadaran patuh protokol kesehatan. Aparat keamanan gabungan hanyalah sebatas pengawasan dan pembinaan. “Jangan hanya bicara kapan Covid-19 berakhir, tapi bicaralah apakah diri kita sudah tertib protokol kesehatan,” sambungnya.

Fajar membeberkan 43 warga yang disanksi berdoa di makam itu sempat ada yang merasa deg-degan.

Sementara itu salah seorang pelanggar, Haryanto (56) mengaku terenyuh ketika dirinya dihukum berdoa di makam korban Covid-19. Menurutnya hukuman ini beda dari biasanya yang selama ini ia dengar di berbagai pemberitaan. “Saya ini sebenarnya dari kemarin pakai masker. Cuma hari ini kebetulan lupa. Saya merasa malu,” kata Haryanto yang masih warga sekitar. (git/gih)