KUDUS – Berawal dari kecintaan pada buku, membuat pemuda ini dan rekan-rekannya yang tergabung di Paradigma Institute mengumpulkan naskah tentang Kota Kretek, untuk dibukukan. Sehingga dapat dibaca oleh masyarakat Kudus.
Salah satu pemuda tersebut yakni Ade Achmad Ismail, yang saat ini menjabat sebagai Manajer Paradigma Institute. Ia mengatakan Paradigma Institute sudah berdiri sejak lama. Namun, izin usaha penerbitan mulai di gagas bersama rekan-rekannya pada 2017 lalu.
“Kami bersama-sama mengumpulkan naskah-naskah tentang Kudus. Awalnya sempat bingung pada modal, mau nerbitin buku kan butuh modal. Kami berdiskusi, akhirnya kami sepakat untuk jualan,” ucapnya Kamis (19/11).
Bersama rekan-rekannya di Paradigma Institute, pemuda kelahiran Kudus tersebut mengumpulkan naskah-naskah tentang Kota Kretek. Untuk buku pertamanya, yang sudah diberikan izin edar berjudul Mitologi Ritual Budaya Kaki Muria.
Berawal dari buku yang berjudul Mitologi Ritual Budaya Kaki Muria, kini beberapa judul buku berhubungan dengan Kota Kretek satu per satu diterbitkan oleh pihaknya. Mulai dari Yang Asing di Kampung Sendiri, Akankah Kami Menjadi Kita, dan Gadis Muria.
Menurut pria yang lahir pada 21 Mei 1994, sudah ada 20 judul buku yang dipasarkan secara mandiri di bawah payung penerbit Paradigma Institute tersebut. Ia juga mengharapkan agar buku tentang Kota Kretek dapat terdokumentasi.
“Saya berharap buku tentang Kudus dari kami bisa terdokumentasikan,” harapnya.
Saat ini, dia dan teman-temannya sedang dalam proses menggarap buku tentang Kopi Muria. “Kami saat ini juga sedang proses menyelesaikan buku tentang Kopi Muria,” imbuhnya.(sam/akh)










