Inventor GeNose Memperoleh Penghargaan

Inventor GeNose Prof. Kuwat Triyono dan Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati
APRESIASI: Inventor GeNose Prof. Kuwat Triyono dan Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati menerima Anugerah UGM 2020 pada peringatan Dies Natalis Ke-71 UGM di Grha Sabha Pramana UGM, akhir pekan lalu. (ANTARA/ JOGLO JATENG)

YOGYAKARTA – Puncak peringatan Dies Natalis Ke-71 UGM digelar di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta akhir pekan lalu. Dalam acara tersebut beberapa dosen mendapatkan penghargaan atas temuan dan pengabdiannya.

Salah satunya Prof Kuwat Triyono, yang mengembangkan “GeNose”, alat deteksi Covid-19 dengan embusan napas. Dirinya memperoleh penghargaan Anugerah Universitas Gadjah Mada (UGM) 2020. Penghargaan serupa juga turut diberikan kepada Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati.

Keduanya dinilai berjasa besar saat menjalankan tugas pengabdian sehingga layak mendapatkan penghargaan dari UGM. Apresiasi tersebut diberikan secara langsung oleh Rektor UGM Prof. Panut Mulyono.

“Rektor UGM memberikan Anugerah UGM Tahun 2020 kepada Prof. Dwikorita Karnawati dan Prof. Kuwat Triyono atas jasa luar biasa di bidang kebudayaan, kebangsaan, kenegarawanan, kemanusiaan, dan atau kemasyarakatan dalam praktik intelektual dan atau sosial,” kata Sekretaris Rektor UGM Gugup Kismono.

Kuwat Triyono mengaku senang sekaligus bangga menerima penghargaan Anugerah UGM. Ia berharap ke depan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar lagi bagi masyarakat dan kemanusiaan.

Alhamdulillah, saya bersyukur, mewakili tim peneliti yang bersama-sama melakukan terobosan dalam rangka berkontribusi menyelesaikan masalah bangsa di saat pandemi Covid-19. Semoga penghargaan ini menambah semangat kami dan tim untuk terus berkarya dan menghasilkan inovasi dari UGM untuk masyarakat Indonesia dan dunia,” terangnya.

Kuwat Triyono merupakan dosen pada Departemen Fisika FMIPA UGM. Dirinya juga sekaligus peneliti di Institute of Halal Industry and System (IHIS) UGM.

Ia menekuni kajian fisika material dan instrumentasi sejak 2008 dan telah menghasilkan berbagai produk inovasi. Seperti masker anti polusi asap dan bakteri berbahan nanofiber, hidung elektronik untuk deteksi cepat kontaminasi zat berbahaya dalam makanan, kadaluwarsa produk makanan, serta kehalalan produk.

Kemusian lidah elektronik untuk otentikasi halal, deteksi keaslian dan kualitas produk secara cepat, akurat, dan portabel. Lalu, yang terbaru mengembangkan GeNose, alat deteksi Covid-19 lewat embusan nafas. Dengan kemampuan mendeteksi Covid-19 dalam tubuh manusia dalam waktu cepat kurang dari dua menit. (ara/fat)