Antrean BPUM Menumpuk, Prokes Sulit Diterapkan

  • Bagikan
penerima Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM)
MENGULAR: Sejumlah warga penerima Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) sedang mengantri dan kurang mematuhi protokol kesehatan di BRI Unit Sultan Fatah Demak, Senin (4/1). (AJI YOGA/ JOGLO JATENG)

DEMAK – Pendistribusian dana Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) untuk pelaku pengusaha mikro yang disalurkan masih berlangsung. Hal ini menyebabkan antrian dan kerumunan sehingga sulit untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Kepala Satpol PP Demak, Ridhodin mengatakan, pihak keamanan baik dari kepolisian, Satpol PP dan satpam bank telah melakukan keamanan secara ketat. Namun, kerumunan warga sulit untuk di cegah terutama untuk berjaga-jarak meskipun mereka sudah mengenakan masker dan mensterilkan tangan.

“Soal memakai masker dan cuci tangan sudah dapat dilaksanakan secara efektif, tetapi untuk jaga jarak memang sangat sulit. Kami terus mengingatkan, tetapi selang berapa waktu, terjadi kerumunan kembali,” ujarnya, Senin (4/1).

Ia menegaskan, pihaknya akan terus terus mengawal pencairan BPUM bagi pelaku usaha mikro yang terdampak covid sampai tuntas. Ridhodin berharap tidak terjadi adanya klister Covid-19 yang diakibatkan oleh kerumunan tersebut.

Baca juga:  3420 Produk Unggulan Ramaikan UVO 2021

“Oleh karena kami akan terus mengawal sampai akhir batas pencairan,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid- 19, Singgih Setyono kembali mengingatkan bagi pelaku UMKM di Demak yang menerima bantuan, harus tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Baik itu memakai masker, cuci tangan dengan sabun/hand sanitizer dan menjaga jarak.

“Ini yang paling sulit, jaga jarak. Saya harap kesadaran masyarakat. Pencairan BPUM masih lama sampai bulan februari. Mohon, jangan sampai berdesakan saat mengantri,” paparnya.(cr3/akh)

  • Bagikan